"Tony mengirim bola keras melintasi gawang dan semuanya terasa berjalan lambat. Saya bilang ke diri sendiri, 'Fokus!'

Bola memantul sedikit dari rumput, mengenai tulang kering dan pergelangan kaki saya sebelum masuk mengenai tiang."

"Saya yakin kalau saya menendangnya dengan sempurna, kiper justru akan bisa menyelamatkannya."

Proses gol Peter Withe yang terkesan canggung bahkan sering menjadi gurauan di antara rekan setimnya selama bertahun-tahun.

Mantan gelandang Aston Villa, Gordon Cowans, bercanda dengan menyebut gol itu sebagai tendangan salah sasaran.

"Withey sebenarnya berusaha gagal mencetak gol, tapi entah bagaimana bola tetap masuk," canda Cowans.

Kendati demikian, cara gol itu tercipta tidak lagi penting bagi tim karena mampu membawa Aston Villa selangkah lebih dekat dengan trofi juara.

Des Bremner menambahkan bahwa Peter Withe sebenarnya lebih dominan menggunakan kaki kiri daripada kaki kanan.

"Withey tidak terlalu banyak mencetak gol dengan kaki kanan. Dari gol itu, Anda bisa melihat alasannya," kata Bremner sambil tertawa.

"Tapi tidak masalah bagaimana caranya bola masuk. Yang penting Peter mencetak gol di depan pendukung kami."

Sikap Santai Sebelum Laga

Kisah unik lain dari laga final 1982 adalah ketenangan luar biasa yang ditunjukkan para pemain Aston Villa menjelang sepak mula.

>>> Jean Mota Ingin Bertahan di Persija Jakarta

Beberapa pemain bahkan sempat membawa kamera untuk berfoto di lapangan, hal yang membuat komentator legendaris Brian Clough keheranan.

"Saya tidak percaya tim ini datang ke final Piala Champions Eropa," ujar Clough. "Mereka bahkan berfoto-foto di lapangan!"

Winger Tony Morley menjadi salah satu pemain yang tampil sangat rileks dan baru berganti pakaian sekitar 20 menit sebelum pertandingan dimulai.