Google resmi meluncurkan perubahan terbesar pada platform Google Search dengan mengubah kotak pencarian konvensional menjadi sistem interaktif berbasis kecerdasan buatan (AI).

Langkah ini diambil untuk menghadapi persaingan teknologi AI generatif yang semakin ketat.

>>> TNI AU Mulai Terima Radar Thales Ground Master 403

Mesin pencari kini ditenagai oleh model AI Gemini 3.5 Flash secara global untuk menghasilkan respons yang instan dan akurat.

Pembaruan ini memungkinkan kotak pencarian melebar otomatis saat memproses pertanyaan panjang.

Selain itu, sistem mendukung pencarian multimodal menggunakan teks, gambar, video, hingga tab Chrome, serta menampilkan hasil web tradisional secara berdampingan.

Komitmen pada Kebutuhan Pengguna

Vice President of Search Google, Elizabeth Reid, menjelaskan bahwa transformasi ini tetap memegang teguh komitmen awal perusahaan dalam memfasilitasi kebutuhan pencarian informasi pengguna.

"Tujuan Search selalu sederhana: membantu Anda bertanya apa saja yang ada di pikiran - dari fakta cepat hingga pertanyaan mendalam, kompleks, atau sangat spesifik yang sulit diungkapkan," ujar Reid.

Penerapan teknologi baru ini berdampak signifikan pada peningkatan trafik. Google mencatat jumlah pengguna aktif bulanan AI Mode telah menembus angka satu miliar orang di seluruh dunia.

Volume pencarian terus melipatgandakan diri setiap kuartal. "Pada kuartal terakhir, kami melihat total query Search mencapai level tertinggi sepanjang sejarah Google," kata Reid.

Sistem pencarian kini dirancang agar lebih fleksibel dalam menangani input dari pengguna.

Perusahaan mengonfirmasi bahwa pola pencarian masyarakat telah bergeser dari sekadar kata kunci pendek menuju kalimat yang lebih kompleks.

"Orang kini bertanya dengan cara yang lebih natural. Mereka tidak lagi sekadar mengetik keyword pendek," jelas Reid.