Meta Platforms memulai pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 8.000 pegawai secara global. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi besar perusahaan menuju era kecerdasan buatan.

Gelombang pengurangan tenaga kerja tersebut menyasar sekitar 10 persen dari total staf. Proses ini dimulai dari Singapura pada Rabu, 20 Mei dini hari melalui pemberitahuan surat elektronik.

>>> Neil deGrasse Tyson Tantang AS Tunjukkan Bukti Nyata Alien

Restrukturisasi massal ini berfokus utama pada tim engineering serta produk. Penyebaran informasi pemecatan disesuaikan menurut zona waktu masing-masing negara terdampak.

Manajemen induk Facebook ini berencana merampingkan struktur organisasi menjadi tim-tim kecil. Hal ini agar perusahaan dapat bergerak lebih responsif dalam persaingan teknologi.

Alasan Restrukturisasi

Kepala SDM Meta, Janelle Gale menjelaskan kebijakan internal ini diambil untuk membentuk operasional yang lebih efisien. Penjelasan disampaikan melalui komunikasi tertulis.

"Kami sekarang berada pada tahap di mana banyak organisasi dapat beroperasi dengan struktur yang lebih datar," tulis Janelle Gale.

"Tim kecil berbentuk pod/cohort bisa bergerak lebih cepat dan memiliki tanggung jawab lebih besar."

Kebijakan pemangkasan ini juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas. "Kami percaya ini akan membuat kami lebih produktif dan pekerjaan menjadi lebih memuaskan," lanjut Janelle Gale.

Resistensi Karyawan

Proses transisi menuju fokus kecerdasan buatan memicu resistensi dan kecemasan di kalangan pekerja internal. Engineer Meta, Mack Ward menyampaikan kritik terbuka dalam forum internal.

>>> Kylie Minogue Idap Kanker Lagi setelah Sembuh Kanker Payudara

"AI itu seperti kereta barang yang melaju kencang, tapi masa depan belum ditentukan sepenuhnya," tulis Mack Ward.

"Belum terlambat untuk menginjak rem dan memikirkan bagaimana kita sebagai masyarakat ingin menghadapi ini."