Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) resmi meluncurkan rangkaian kegiatan UI Half Marathon (UIHM) 2026 di Jakarta pada Rabu (20/5).

Peluncuran ini sekaligus menandai dimulainya pendaftaran peserta.

>>> Jalen Williams Cedera Hamstring, Thunder Samakan Kedudukan

Acara tahunan ini mengusung tema sosial dan teknologi digital. Tujuannya adalah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Penyelenggara langsung membuka penjualan tiket early bird dengan jumlah terbatas. Tiket tersedia bagi komunitas olahraga dan masyarakat umum melalui situs resmi.

UIHM 2026 memproyeksikan partisipasi dari jaringan alumni UI yang tersebar di berbagai negara. Pelari dari wilayah Jabodetabek juga menjadi sasaran utama.

Misi Sosial dan Target Peserta

Sekjen ILUNI UI, Masyita Crystallin, menjelaskan bahwa ajang ini mengalami peningkatan tren jumlah peserta setiap tahun. "UIHM menjadi event tahunan yang secara konsisten dihadiri oleh ribuan orang.

Bahkan trennya terus meningkat," ujarnya.

Masyita berharap UIHM tidak hanya menjadi kompetisi olahraga. "Tapi juga sebuah momentum kolektif untuk mempererat kebersamaan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat," tambahnya.

Menurut Masyita, pergelaran ini juga berfungsi sebagai wadah kontribusi sosial. Hal ini sejalan dengan tiga pilar utama ILUNI UI: Sambung, Setara, Solutif.

"Kegiatan ini menjadi platform kontribusi sosial yang terukur.

>>> Spurs Kalahkan Thunder 122-115 di Laga Pertama Final Wilayah Barat

Seluruh rangkaian acaranya mencakup aksi nyata seperti pemberian beasiswa pendidikan bagi mahasiswa UI serta pelaksanaan program pelatihan informal," kata Masyita.

Penyelenggaraan tahun ini menargetkan kepesertaan lebih dari 7.000 pelari aktif. Target ini memanfaatkan kekuatan jaringan alumni UI yang berjumlah ratusan ribu orang.

Tema dan Kategori Lomba

Ketua Pelaksana UIHM 2026, Hersal Hermana Putra, mengungkapkan bahwa pemilihan tema didasarkan pada makna perjuangan dan solidaritas sosial.

"UIHM 2026 diluncurkan bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional sebagai manifestasi modern dari napak tilas perjuangan," bebernya.

Melalui konsep tersebut, setiap langkah peserta akan dikonversi menjadi bantuan nyata di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

"Kami mengajak setiap pelari untuk bergerak lebih jauh, melampaui batas fisik, demi menciptakan kebermanfaatan dan dampak sosial yang lebih luas," imbuh Hersal.

Panitia menyediakan dua kategori lomba. Pertama, rute offline di kawasan Kampus UI Depok yang bebas dari kendaraan bermotor.

Kedua, kategori virtual run.

>>> Cerro Porteno Kalahkan Palmeiras, Rebut Puncak Grup F Libertadores

Selain itu, terdapat program inovasi Dream Canvas. Program ini menampung seluruh aspirasi dan gagasan peserta selama rangkaian kegiatan berlangsung.