Fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sebenarnya sudah banyak tersebar di sepanjang koridor jalan tol Pulau Jawa.

Kendati demikian, mayoritas stasiun pengisian daya yang tersedia saat ini dirancang untuk mobil penumpang kecil.

"Charging kita itu kalau udah masuknya di SPKLU belum bisa buat mobil yang heavy duty vehicle.

Jadi kalau truk tadi yang kayak trailer, kalau bus tuh yang kayak bus-bus besar belum masuk. Cuman kalau untuk yang shuttle-shuttle gampang.

Jadi memang harus ada investment spesifik ke sana," ujar Yoga.

Kolaborasi dengan PLN dan Pengelola Tol

Guna mengatasi keterbatasan tersebut, Kalista kini tengah menjajaki kolaborasi bersama pihak PLN serta pengelola jalan tol.

Kerja sama ini ditujukan untuk membangun fasilitas SPKLU khusus yang mampu mengakomodasi kendaraan berat seperti bus dan truk.

>>> BYD Indonesia Uji Efisiensi BBM M6 DM, Capai 25,6 Kpl di Rute Jakarta-Bogor

"Harus ada support dari pemerintah. Bukan (support) subsidi, kita nggak ngomong (support berupa) subsidi, tapi kita fokusnya ke infrastruktur charging station," katanya.