BYD Indonesia membuktikan efisiensi bahan bakar produk plug-in hybrid pertamanya, BYD M6 DM, melalui pengujian penggunaan harian sejauh sekitar 150 kilometer.

Rute yang dilalui mencakup Jakarta–Bogor–BSD–Jakarta dengan karakter jalan beragam, mulai dari kemacetan perkotaan hingga jalur menanjak dan menurun.

>>> Pengusaha Bus Siapkan Penyesuaian Tarif Tiket hingga 40 Persen

Sebelum perjalanan, kondisi baterai dan tangki bensin mobil dipastikan penuh. Pihak BYD menyegel area pengisian BBM sebagai bukti tidak ada penambahan bahan bakar selama test drive.

Selama tes, mobil digunakan dalam kondisi normal tanpa skenario eco driving ekstrem.

AC tetap menyala optimal, fitur hiburan aktif, dan kecepatan kendaraan berubah-ubah mengikuti lalu lintas, berkisar antara 60 hingga 100 km/jam.

Mobil diisi tiga penumpang dengan total bobot sekitar 240 kilogram, sehingga hasil pengujian lebih merepresentasikan penggunaan harian.

Berdasarkan tampilan Multi Information Display (MID), total konsumsi energi rata-rata tercatat 3,9 liter per 100 km setelah menempuh jarak hampir 150 km.

Angka tersebut setara sekitar 25,6 kilometer per liter (kpl).

Hasil ini tergolong efisien untuk MPV tujuh penumpang dengan dimensi bodi besar, meski masih di bawah klaim BYD yang menyebut konsumsi BBM M6 DM bisa mencapai 65 kpl dalam kondisi ideal.

Pengujian dilakukan di lalu lintas perkotaan padat dengan kontur jalan naik-turun serta gaya berkendara tidak konstan, sesuai penggunaan harian.

Menariknya, selama perjalanan mesin bensin belum langsung bekerja penuh sebagai penggerak utama.

Dari kondisi baterai penuh, kapasitas daya baru turun hingga 20 persen saat kendaraan menempuh jarak sekitar 110 km.

>>> BYD Tempuh Jalur Hukum untuk Pertahankan Merek Denza di Indonesia