Artinya, sebagian besar perjalanan masih mengandalkan motor listrik sebagai sumber tenaga utama, sementara mesin bensin mulai aktif setelahnya untuk berfungsi sebagai generator pengisi daya baterai.

MID kendaraan juga menunjukkan kombinasi konsumsi energi listrik sebesar 2,8 kWh per 100 km dan konsumsi bensin 3,1 liter per 100 km pada 50 km terakhir.

Konsumsi listrik setara sekitar 35,7 km per kWh, sedangkan konsumsi bensin di kisaran 32,2 km per liter.

Setelah pengujian selesai, segel tangki bensin dilepas untuk metode full to full.

Hasilnya, BBM yang dibutuhkan untuk mengisi tangki hingga penuh kembali hanya sekitar Rp4.400 atau setara 0,36 liter Pertamax (harga Rp12.300 per liter).

Bahkan saat pengisian, bensin disebut sudah meluber, menandakan tangki benar-benar penuh.

Secara teknis, M6 DM menggunakan teknologi Dual Mode (DM) dengan konsep electric-first driving.

Motor listrik menjadi penggerak utama roda, sementara mesin bensin bekerja pada titik efisiensi terbaik untuk menghasilkan energi tambahan saat dibutuhkan.

Mobil ini dibekali mesin 1.500 cc dengan tenaga 72 kW dan torsi 125 Nm, dipadukan motor listrik EHS 5.0 yang mampu berputar hingga 15.000 rpm.

>>> BYD Tanggapi Bocoran Harga M6 DM, Bukan Harga Resmi

Meski konsumsi riil belum setinggi klaim pabrikan, hasil pengujian menunjukkan M6 DM mampu menawarkan efisiensi tinggi untuk kendaraan keluarga tiga baris dalam penggunaan harian normal.