Pengakuan Rekan Kerja Agus Salim Korban Penyiraman Air Keras, Ternyata Kerap Buat Karyawan Nangis Hingga Resign Karena Tingkah dan Perkataan Kejamnya
Dengan hadirnya Farhat Abbas, kubu Agus mulai melakukan serangan balik kepada Pratiwi Noviyanthi. Dalam sebuah video call dengan Farhat Abbas, Agus secara terang-terangan menyatakan ketidaksukaannya atas tuduhan yang dialamatkan kepada keluarganya. "Lebih baik uang itu didonasikan saja buat dia. Dia yang sakit, bukan saya yang sakit," kata Agus, merujuk pada pernyataan bahwa Pratiwi menuduh istri dan keluarganya menggunakan uang donasi untuk keperluan pribadi yang tidak sesuai.
Farhat Abbas, yang dikenal sering membela pihak-pihak yang dianggap tertindas, dengan senang hati menawarkan bantuannya kepada keluarga Agus. Keluarga Agus pun didampingi oleh Farhat Abbas untuk membuat laporan polisi di Polda Metro Jaya terkait permasalahan dengan Pratiwi Noviyanthi. Dalam sebuah video yang diunggah ke akun TikTok @farhatabbastiktok, Farhat Abbas menyatakan, "Siap ya kalian harus melawan. Kalian dalam lindungan Farhat Abbas, pembela kaum lemah. Agus ada di mobil satu lagi, kita akan menuju polda dan membuat laporan polisi."
Kemunculan Farhat Abbas dalam kasus ini memicu reaksi keras dari netizen. Banyak yang merasa geram terhadap langkah Agus dan pengacaranya, bahkan muncul spekulasi bahwa Farhat Abbas hanya mencari perhatian di tengah sepinya kasus yang ditanganinya. Salah satu komentar netizen menyindir, "Ibaratnya gini: kalau disuruh orang beli gula, sisa uangnya buat jajan. Ya beliin dulu gulanya, jangan malah jajan duluan. Ujung-ujungnya uang habis buat jajan, gulanya malah gak dibeli. (tapi ini bukan tentang gula)."
Dukungan publik justru lebih banyak mengalir kepada Pratiwi Noviyanthi, yang selama ini dikenal luas karena sering membantu orang yang membutuhkan. Sayangnya, dalam kasus ini, banyak yang berpendapat bahwa Pratiwi salah memilih orang untuk dibantu. Publik sangat menyayangkan bahwa niat baik Pratiwi untuk membantu Agus kini berujung pada tudingan-tudingan negatif dan permasalahan hukum yang memusingkan.
Update Terbaru
CEO Microsoft Peringatkan Dampak Monopoli AI bagi Industri
Kamis / 18-06-2026, 16:17 WIB
IDI Khawatirkan Kriminalisasi Dokter dalam Kasus dr Ratna
Kamis / 18-06-2026, 16:16 WIB
IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.172 pada 18 Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 16:16 WIB
Samsat Hadir di Jakarta Fair Kemayoran 2026, Buka Layanan Pemutihan Pajak
Kamis / 18-06-2026, 16:16 WIB
Mentan: 90 Persen Perusahaan Sawit Naikkan Harga TBS Petani
Kamis / 18-06-2026, 16:16 WIB
Pakar: Kesepakatan Damai Iran-AS Beri Sentimen Positif Pasar Energi
Kamis / 18-06-2026, 16:16 WIB
BAKTI Siap Dukung Konektivitas Digital untuk Sekolah Rakyat dan Koperasi Desa di Area 3T
Kamis / 18-06-2026, 16:16 WIB
Kementerian UMKM latih pemasaran digital untuk usaha mikro di Balikpapan
Kamis / 18-06-2026, 16:16 WIB
Guru Siapkan Catatan Rapor Berisi Kata Motivasi untuk Siswa Naik Kelas
Kamis / 18-06-2026, 16:15 WIB
IDI: Putusan Hukum dr Ratna Setia Asih Ancam Layanan Medis
Kamis / 18-06-2026, 16:15 WIB
BI: Pertumbuhan Ekonomi Nasional Terjaga Meski BI-Rate Naik
Kamis / 18-06-2026, 16:15 WIB
Jaksel Gencarkan Pembuatan Eco Enzyme untuk Kurangi Sampah Organik
Kamis / 18-06-2026, 16:15 WIB
Kamrussamad Dorong Pemerintah Perkuat Disiplin Fiskal dan Diplomasi Ekonomi
Kamis / 18-06-2026, 16:15 WIB
BI Optimistis Pertumbuhan Kredit Perbankan Tembus Dua Digit
Kamis / 18-06-2026, 16:15 WIB






