Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi domestik masih terjaga meskipun suku bunga acuan (BI-Rate) telah naik 100 basis poin (bps) dalam semester pertama tahun ini.

Pada awal 2026, BI-Rate berada di level 4,75 persen.

>>> Jaksel Gencarkan Pembuatan Eco Enzyme untuk Kurangi Sampah Organik

Untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika geopolitik dan nilai tukar rupiah, BI menaikkan suku bunga menjadi 5,25 persen pada 20 Mei, 5,50 persen pada 9 Juni, dan 5,75 persen pada hari ini.

Perry menyatakan di Jakarta, Kamis, bahwa permintaan domestik tetap terjaga didukung oleh konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan peningkatan investasi.

Ia mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini dalam kisaran 4,9–5,7 persen.

“Konsumsi rumah tangga terjaga didorong dampak percepatan konsumsi pemerintah dan keyakinan konsumen yang tetap baik,” ujarnya dalam konferensi pers daring "Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Juni 2026".

Konsumsi pemerintah tumbuh tinggi sejalan dengan realisasi program prioritas dan percepatan belanja, termasuk pemberian gaji ke-13 bagi ASN serta penyaluran bantuan sosial kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

>>> Kamrussamad Dorong Pemerintah Perkuat Disiplin Fiskal dan Diplomasi Ekonomi

Ke depan, berbagai program stimulus pemerintah akan terus dioptimalkan untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan dari permintaan domestik.

Peningkatan investasi tercermin pada Purchasing Manager Index (PMI) yang berada di zona ekspansi, terutama didukung investasi bangunan terkait proyek pemerintah.

“Sementara dari sisi eksternal, ekspor perlu terus didorong guna memanfaatkan tingginya harga komoditas dunia, di tengah melambatnya prospek pertumbuhan ekonomi global,” kata Perry.

BI berkomitmen mengoptimalkan bauran kebijakan untuk memperkuat stabilitas dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan, termasuk melalui kebijakan makroprudensial longgar dan sistem pembayaran untuk mendukung ekonomi digital dan keuangan inklusif.

Rapat Dewan Gubernur BI Juni 2026 memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen.

>>> BI Optimistis Pertumbuhan Kredit Perbankan Tembus Dua Digit

Suku bunga deposit facility dan lending facility masing-masing naik 25 bps menjadi 4,75 persen dan 6,5 persen.