Fenomena Gerhana Matahari Total diprediksi terjadi pada 12 Agustus 2026. Peristiwa ini menjadi salah satu momen astronomi yang paling dinantikan tahun ini.

Jalur totalitas gerhana akan melewati kawasan Eropa dan Atlantik Utara. Ini merupakan Gerhana Matahari Total pertama yang melintasi daratan utama Eropa sejak 1999.

>>> Byeon Woo Seok Gelar Tur Fanmeeting di Jakarta November 2026

Berdasarkan data European Space Agency (ESA) dan Time and Date, area totalitas mencakup Greenland bagian timur dan Islandia bagian barat.

Wilayah timur laut Portugal serta Spanyol bagian utara, termasuk Kepulauan Balearic, juga akan dilintasi.

Masyarakat di sebagian besar Eropa, Afrika Barat, Atlantik Utara, kawasan Arktik, dan sebagian Amerika Utara dapat mengamati gerhana matahari sebagian.

Keseluruhan fase gerhana berlangsung sekitar 4 jam 24 menit.

Fase totalitas saat Bulan menutup penuh piringan Matahari hanya berlangsung beberapa menit di titik jalur utama.

Gerhana ini dijadwalkan mulai pukul 00:46 WIB hingga 02:57 WIB pada 13 Agustus jika dikonversi ke waktu Indonesia.

Masyarakat Indonesia dipastikan tidak dapat melihat fenomena ini secara langsung. Seluruh rangkaian proses gerhana berlangsung ketika Indonesia sudah memasuki malam hari.

>>> Waste Wise Campus: Kolaborasi Kampus dan Industri untuk Kelola Sampah

Gerhana Matahari Total terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari. Kondisi ini membuat piringan Matahari tertutup seutuhnya dari sudut pandang pengamat di Bumi.

Saat fase totalitas, langit siang hari akan meredup dan berubah gelap seperti fajar atau senja. Korona atau lapisan atmosfer terluar Matahari yang biasanya tidak terlihat dapat disaksikan langsung.

Perubahan cahaya dramatis ini juga memicu fenomena alam lain. Suhu udara di area terdampak akan turun sementara waktu.