Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami pelemahan signifikan pada Rabu, 17 Agustus 2026. Kondisi ini memicu tekanan baru terhadap stabilitas sektor keuangan di Indonesia.

Sejumlah bank papan atas mulai menetapkan harga jual dolar AS yang merangkak naik mendekati level Rp18.000.

>>> Teleskop James Webb Temukan Planet Raksasa Langka Beriklim Sedang

Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA secara serempak mencatatkan lonjakan kurs jual sejak pembukaan perdagangan pagi.

Daftar Kurs Dolar AS di Empat Bank Besar

Bank Mandiri mematok kurs jual E-Rate sebesar Rp17.750. Sementara itu, BCA menetapkan angka tertinggi untuk penjualan E-Rate mencapai Rp17.850.

Pada layanan TT Counter atau Bank Notes, BRI menetapkan nilai jual paling tinggi di antara bank lainnya, yakni Rp17.850.

Berikut rincian kurs di masing-masing bank:

>>> GoPay Luncurkan Kartu Ucapan Ulang Tahun Personalisasi untuk Pengguna

Bank Mandiri: kurs beli E-Rate Rp17.720, kurs jual E-Rate Rp17.750, kurs beli TT Counter Rp17.500, kurs jual TT Counter Rp17.800.

BNI: kurs beli E-Rate Rp17.737, kurs jual E-Rate Rp17.777, kurs beli TT Counter Rp17.550, kurs jual TT Counter Rp17.800.

BRI: kurs beli E-Rate Rp17.740, kurs jual E-Rate Rp17.760, kurs beli TT Counter Rp17.575, kurs jual TT Counter Rp17.850.

BCA: kurs beli E-Rate Rp17.730, kurs jual E-Rate Rp17.850, kurs beli TT Counter Rp17.585, kurs jual TT Counter Rp17.835.

>>> Inklusi Keuangan Indonesia Meningkat Lebih Cepat dari Literasi, OJK Soroti Kesenjangan

Pelemahan rupiah ini menjadi perhatian pelaku pasar dan masyarakat yang melakukan transaksi valuta asing. Fluktuasi nilai tukar diperkirakan masih akan berlanjut seiring dinamika ekonomi global.