PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatat transaksi saham bernilai jumbo di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (17/6/2026) siang.

Nilai transaksi mencapai Rp2,8 triliun, melibatkan 4.551.090 lot saham EMAS dengan harga pelaksanaan Rp6.170 per lembar.

>>> Timnas Korea Selatan Boikot Media Nonwajib di Piala Dunia 2026 akibat Ejekan Jurnalis

Aktivitas perdagangan tersebut terjadi sebanyak empat kali frekuensi, berdasarkan data RTI yang dilansir Investor Daily.

Kontras dengan Pasar Reguler

Di pasar reguler, saham EMAS justru mengalami koreksi 2,86 persen ke level 6.800 pada waktu yang hampir bersamaan.

Perusahaan baru saja merampungkan registrasi pencatatan sekunder berupa Hong Kong Depositary Receipts (HDR) di bursa efek Hong Kong pada 16 Juni 2026.

Keterbukaan informasi BEI melalui laporan Stockbit Sekuritas menjelaskan bahwa kupon resmi HDR mewakili saham perusahaan yang tetap disimpan di dalam negeri, mirip mekanisme American Depositary Receipt.

Langkah ini tidak melibatkan penerbitan saham baru, melainkan konversi saham milik 12 pemegang saham minoritas existing, sehingga tidak memicu dilusi modal.

>>> Timnas Ghana Hadapi Skenari Babak Gugur Piala Dunia 2026

Manajemen EMAS menegaskan penawaran ini menyasar investor internasional dan bukan berupa penawaran umum menurut UU Pasar Modal Indonesia.

Korporasi memproyeksikan pencatatan tersebut mampu memperlebar akses permodalan global dan mengerek likuiditas perdagangan saham.

“Pencatatan ini dilakukan demi kepentingan terbaik perseroan, karena diyakini dapat memperkuat platform pasar modal dan profil internasional perseroan, memperluas dan mendiversifikasi basis pemegang saham melalui akses terhadap investor institusional global,” tulis manajemen PT Merdeka Gold Resources Tbk dalam keterbukaan informasi, Rabu (17/6/2026).

Pihak emiten menambahkan bahwa aksi korporasi tersebut juga ditujukan guna memacu standar tata kelola yang selaras dengan kerangka internasional.

>>> Xbox Dikabarkan Tutup Ninja Theory dan Studio Lain

Pertumbuhan jangka panjang perusahaan akan tetap disesuaikan dengan regulasi yang berlaku dan dinamika pasar.