Peneliti untuk pertama kalinya berhasil mengabadikan rekaman video bawah laut dari hiu goblin yang dikenal sangat langka.

Dokumentasi ini sekaligus membuktikan bahwa wilayah jelajah spesies purba tersebut meluas hingga ke Pasifik Tengah.

>>> Siri AI di iOS 27 Isyaratkan Perubahan Desain iPhone 18 Pro

Hiu goblin (Mitsukurina owstoni) merupakan predator laut dalam dengan moncong panjang khas dan rahang yang mampu menjulur dengan cepat saat berburu.

Spesies yang telah eksis sejak 125 juta tahun lalu ini kerap dikategorikan sebagai fosil hidup.

Sebelum studi baru ini dipublikasikan, spesies tersebut biasanya hanya terlihat dalam waktu sangat singkat, umumnya ketika tidak sengaja tersangkut kail nelayan dan ditarik ke permukaan.

Melalui rekaman terbaru, para ilmuwan mendokumentasikan dua kali kemunculan hiu goblin di lokasi berbeda.

Penampakan pertama berada di sekitar Pulau Jarvis di Samudra Pasifik Tengah Selatan, sedangkan penampakan kedua berada di Palung Tonga di wilayah Pasifik Barat Daya.

Para ahli menduga hiu goblin sebenarnya tersebar di seluruh lautan dunia karena pernah tertangkap di berbagai wilayah yang berjauhan.

Kendati demikian, catatan mengenai spesimen makhluk laut ini masih sangat terbatas.

Hingga saat ini, sebaran hiu goblin yang diketahui hanya mencakup area sempit di Samudra Hindia dan Atlantik, serta lepas pantai barat Amerika Serikat, Australia, Jepang, dan Taiwan.

>>> 16 Pemain Kakak Beradik Ramaikan Piala Dunia 2026, Ada yang Bela Negara Berbeda

Penampakan Langka di Kedalaman Hampir 2.000 Meter

"Hiu goblin adalah hewan laut dalam karismatik dan saya tidak pernah mengira kami akan melihatnya dalam keadaan hidup," ungkap penulis studi, Alan Jamieson, direktur Pusat Penelitian Laut Dalam Minderoo-University of Western Australia.