>>> Jadwal KRL Solo Jogja Minggu 26 Juli 2026, Lengkap dari Palur hingga Yogyakarta

Burry menyatakan bahwa hiruk-pikuk spekulatif di sektor AI telah mendistorsi valuasi ekuitas secara lebih luas.

"Bahwa saya pernah mengalami ini sebelumnya tiba-tiba menyadarkan saya," tulis pendiri Scion Capital itu. "NASDAQ 100, pembalikan total...

Saya menyebut sesuatu. Pasar telah melompati hiu."

Ia mencatat bahwa antusiasme spekulatif seputar AI telah membuat investor mengabaikan indikator ekonomi yang lebih luas dan peristiwa pasar global.

"AI benar-benar non-stop. Tidak ada yang membicarakan hal lain sepanjang hari," tulis Burry.

Ia menambahkan bahwa harga aset terus bergerak naik tanpa memedulikan metrik fundamental tradisional. "Saham tidak naik atau turun karena data pekerjaan atau sentimen konsumen.

Mereka naik terus karena memang sudah naik terus. Dengan tesis dua huruf yang semua orang pikir mereka pahami," tulis Burry.

Ia memperingatkan bahwa lingkungan pasar saat ini sejajar dengan gelembung aset historis. "Terasa seperti bulan-bulan terakhir gelembung 1999-2000," tulis Burry.

Menganalisis dinamika pasar di pasar utang dan harga energi, Burry menekankan bahwa tekanan pada pendapatan tetap dapat berdampak pada sektor modal swasta.

>>> Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Ini Saham yang Dikelola Jampidsus

"Awasi obligasi jangka panjang," tulis Burry. "Tidak yakin berapa lama lagi PE dan PC bisa menahan napas."