Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) menjatuhkan tiga sanksi berat kepada Shin Tae-yong pada awal Juli 2026.

Hukuman tersebut meliputi larangan melatih selama 10 tahun, pembatasan posisi kompetisi, serta pengusiran permanen dari klub lokal.

>>> Samsung Raih Kontrak Raksasa Rp3.200 Triliun untuk Produksi Chip Broadcom

Keputusan KFA ini hanya berlaku di Korea Selatan dan tidak membatasi kariernya di negara lain.

Sanksi Berat dari KFA

KFA menggelar pertemuan bersama Komite Fair Play sebelum memutuskan hukuman tersebut.

Sanksi pertama berupa larangan melatih selama 10 tahun di Korea Selatan.

Selama masa itu, Shin Tae-yong tidak diperbolehkan menangani klub di bawah yurisdiksi KFA.

KFA juga melarangnya terlibat dalam kompetisi sepak bola Korea Selatan dengan jabatan apa pun.

Sanksi ketiga adalah pengusiran permanen dari klub di lingkungan sepak bola Korea Selatan.

>>> Bangkai Kapal Berusia 500 Tahun Ditemukan di Gurun Namibia, Simpan 2.000 Koin Emas dan 17 Ton Tembaga

Nasib Shin Tae-yong di Persija Jakarta

Meski mendapat hukuman berat di Korea Selatan, Shin Tae-yong masih bisa melatih di luar negeri.

KFA tidak memiliki kewenangan langsung untuk melarangnya bekerja di kompetisi negara lain.

Media Korea Selatan, Ichanela, melaporkan keputusan tersebut sudah diketahui pihak-pihak terkait di luar Korea Selatan.

Shin Tae-yong saat ini menangani Persija Jakarta di Liga Super Indonesia.

Ia menegaskan pentingnya jam terbang pemain muda dan menilai Persija sebagai contoh sukses regenerasi talenta.

>>> 10 Superfood untuk Penderita Diabetes, Mudah Ditemukan

Dengan demikian, hukuman dari KFA tidak berdampak langsung pada posisinya di Persija Jakarta.