Veteran MMA Santiago Ponzinibbio akan kembali ke oktagon UFC di ajang UFC Abu Dhabi pada 25 Juli.

Ia menghadapi pendatang baru Sam Patterson setelah lebih dari setahun absen karena cedera.

>>> RFK Jr Ingin Habiskan Rp80 Triliun untuk Studi Vaksin-Autisme

Petarung asal Argentina berusia 39 tahun itu awalnya dijadwalkan bertemu Jack Hermansson, namun menerima Patterson sebagai pengganti mendadak.

Patterson dikenal dengan rentetan kemenangan finis di divisi welter.

Ponzinibbio mendapat inspirasi dari perjuangan tim nasional sepak bola Argentina di Piala Dunia baru-baru ini, meski mereka kalah di final.

Ia mengidentifikasi semangat yang sama dalam pertarungannya.

"Apa yang kami lihat dari tim nasional adalah hal yang sama yang orang lihat dalam pertarungan saya, dan akan mereka lihat lagi Sabtu ini: komitmen, kegigihan, dan hati," ujar Ponzinibbio.

Ia menghormati usaha timnas meski kalah. "Jika seorang atlet memberikan segalanya, bertarung dengan hati dan tekad...

maka hasilnya mungkin tidak seperti yang kita harapkan. Itu yang kami lihat dari tim nasional.

Tidak ada yang perlu dikeluhkan," katanya.

Ponzinibbio menghubungkan pola pikir ini dengan pendekatannya dalam latihan dan kompetisi.

Ia mengakui pasang surut kariernya, dengan hanya tiga kemenangan dalam sembilan pertarungan UFC terakhir, namun tetap percaya diri.

"Esensi saya adalah esensi saya. Saya tidak akan mengubah gaya karena dia.

>>> Game Seperti Clair Obscur, Balatro, dan Peak Jadi Obat 'Ketakutan' Industri Game

Saya punya kekuatan, saya memberikan tekanan yang baik, dan dalam pertarungan seperti ini saya mampu merusak dan menang," tegasnya.

Ponzinibbio membahas kecenderungan UFC mempertemukan veteran dengan petarung muda. Ia mengakui usia muda dan potensi Patterson, namun yakin pengalaman akan menjadi keunggulannya.