Robert F.

Kennedy Jr, Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) AS, dikabarkan mengusulkan dana hingga US$5 miliar (sekitar Rp80 triliun) untuk meneliti hubungan antara vaksin dan autisme.

>>> Game Seperti Clair Obscur, Balatro, dan Peak Jadi Obat 'Ketakutan' Industri Game

Usulan itu disampaikan kepada Direktur Institut Kesehatan Nasional (NIH) Jay Bhattacharya awal tahun ini, menurut 16 pejabat kesehatan yang berbicara kepada Reuters.

Jika disetujui, anggaran tersebut akan menghabiskan 10 persen dari total anggaran tahunan NIH.

Langkah ini dinilai bertentangan dengan puluhan tahun penelitian ilmiah yang membuktikan vaksin tidak menyebabkan autisme.

Paul Offit, direktur Pusat Pendidikan Vaksin di Rumah Sakit Anak Philadelphia, mengatakan Kennedy adalah aktivis anti-vaksin sejak 20 tahun lalu.

>>> Steve Erceg Hadapi Ramazanbek Temirov di UFC Fight Night 282 Abu Dhabi

"Berharap dia bertindak lain sebagai menteri adalah angan-angan," ujar Offit kepada Reuters.

Sebelumnya, HHS juga menghabiskan US$1,6 juta untuk studi vaksin hepatitis B oleh peneliti kontroversial Peter Aaby dan Christine Stabell Benn dari Denmark.

Studi itu sempat menahan vaksinasi dari ribuan bayi baru lahir di Guinea-Bissau sebelum dihentikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika.

Situasi itu disebut mirip dengan Eksperimen Tuskegee, studi medis tidak etis yang menggunakan ratusan pria kulit hitam sebagai kelinci percobaan sifilis.

>>> Samsung Resmi Luncurkan Galaxy Z Fold 8, Tantangan untuk Apple

Meski tidak menghasilkan terobosan medis, warisan kejam Tuskegee disebut kembali terinspirasi oleh Kennedy dan tim HHS.