MiSTer FPGA, proyek emulasi berbasis FPGA yang populer, kini menghadapi perpecahan internal yang serius.

Perdebatan sengit seputar penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pengembangan core mulai menggerogoti semangat komunitas yang dulu solid.

>>> Kemitraan Samsung dan Qualcomm Makin Erat di Berbagai Lini Produk

Seorang pengguna lama MiSTer yang telah memiliki DE-10 Nano sejak awal mengaku terkejut saat kembali ke forum dan subreddit MiSTer setelah beberapa tahun tidak aktif.

Suasana yang dulu hangat dan kolaboratif kini berubah menjadi tegang.

Dulu, pengembangan core arcade dilakukan secara manual oleh sekelompok relawan berdedikasi. Tujuan utamanya adalah akurasi siklus demi siklus, bukan sekadar emulasi biasa.

MiSTer bahkan mempertahankan fitur seperti slowdown di Metal Slug yang sengaja dihilangkan oleh emulator lain.

Namun, seiring bertambahnya pengguna, muncullah dua kubu: kaum puris yang menginginkan akurasi sempurna, dan kelompok yang tidak terlalu peduli dengan kesempurnaan asalkan core bisa segera dimainkan.

AI menjadi katalisator perpecahan ini.

AI Core: Antara Inovasi dan Kontroversi

Beberapa pengembang mulai menggunakan AI seperti Claude Code atau Codex untuk mempercepat pembuatan core.

Mereka mengambil data dari MAME dan menghasilkan core yang fungsional dalam waktu singkat, meskipun belum tentu sempurna.

Jotego, pengembang core FPGA terkenal, baru-baru ini memposting tentang fenomena ini di media sosial.

>>> Kemenkes Ungkap Hasil Investigasi Kematian Dokter di Lampung

Ia sendiri menggunakan Patreon dan DRM untuk core-nya, yang oleh sebagian orang dianggap bertentangan dengan semangat open source proyek.

Kritik terhadap AI core sering kali dilabeli sebagai "slop" atau sampah. Namun, tidak sedikit yang menganggap sikap tersebut sebagai bentuk gatekeeping dari para pengembang mapan yang merasa terancam.