Seorang pengguna mencoba membuat core untuk game favoritnya, Warlords dari Atari, menggunakan AI.

Meskipun ia berhasil membuat game mini untuk Sega Genesis dan Amiga, ia mengakui bahwa membuat core MiSTer bukanlah tugas yang bisa diselesaikan dengan satu perintah.

Argumen bahwa para "vibecoder" tidak akan bertahan untuk mengembangkan core mereka dianggap lemah. Banyak pengembang manusia juga meninggalkan core-nya karena alasan pribadi.

Yang terpenting, pengguna bebas memilih untuk tidak memainkan core AI jika tidak suka.

Sayangnya, perdebatan ini telah menimbulkan toksisitas yang membuat beberapa pengembang berbakat mundur. Contohnya adalah pengembang MT-32 Pi yang menyatakan mundur karena dampak negatif komunitas terhadap kesehatan mentalnya.

MiSTer FPGA bukanlah MAME. Ia tidak bisa memainkan puluhan ribu game arcade.

>>> 4 Warna Lipstik yang Bikin Gigi Tampak Lebih Putih

Namun, dengan bantuan AI, mungkin lebih banyak game klasik yang bisa dinikmati di platform ini. Pertanyaannya, apakah komunitas bisa menerima kompromi antara kecepatan dan kesempurnaan?