Paten tersebut juga menyebutkan bahwa asisten AI dapat mendengarkan pengguna pada waktu yang telah ditentukan untuk mendengar berbagai jenis komunikasi, seperti desahan, tawa, atau nada suara.

Asisten AI kemudian menggunakan input ini untuk mengukur keadaan emosional pengguna atau menghasilkan wawasan lain tentang pengguna.

Paten juga membahas menghubungkan input audio dengan informasi seperti saat pengguna minum obat.

Asisten AI dapat mengambil banyak input selain audio untuk memberikan ringkasan tren emosional berdasarkan berbagai input.

Perlu dicatat bahwa raksasa teknologi Amazon sebelumnya mencoba dan gagal memasarkan sistem serupa.

Pada 2020, Amazon meluncurkan Halo Band, gelang kebugaran dengan mikrofon internal yang dirancang untuk mendengarkan pengguna dan melakukan analisis nada suara.

Setelah mendapat kecaman publik pada 2021, Amazon menonaktifkan mikrofon saat meluncurkan versi berikutnya dan menghentikan lini produk tersebut pada 2023.

Belum jelas apakah Meta akan mencoba meluncurkan perangkat pelacak suasana hati serupa.

Dalam pernyataan kepada 404 Media, juru bicara Meta mengatakan bahwa seperti perusahaan lain, paten sering diajukan untuk mengungkapkan konsep yang mungkin atau mungkin tidak diimplementasikan.

Paten yang diberikan tidak menjamin bahwa Meta telah atau akan mengejar teknologi yang dijelaskan.

>>> Komentar Scott Dixon soal NASCAR Picu Perdebatan Sengit

Namun, keberadaan paten ini menunjukkan bahwa perangkat semacam itu ada dalam pikiran Meta dan menjadi produk lain yang memperkuat jembatan antara dunia online dan offline.