"But be careful. Our team and BPOM always watching all of you.

Kita punya Direktorat Cyber, kita punya Direktorat Intelligence, kita punya Direktorat Pendidikan. Jadi 24 jam diawasi," katanya.

Selain pengawasan, BPOM juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar lebih kritis sebelum membeli produk secara daring. Taruna mengatakan, edukasi dilakukan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial resmi BPOM.

"BPOM juga aktif di media sosial. Instagram kami, TikTok kami, Twitter kami, LinkedIn kami, Facebook kami.

Kepala BPOM-nya juga aktif di media sosial," tambahnya.

Ia berharap masyarakat semakin cerdas dalam memilih produk sehingga tidak mudah tergiur promosi berlebihan. "Kita berharap masyarakat kita cerdas.

>>> Nilai Penerbitan Surat Utang Korporasi Turun 3,91 Persen di Semester I 2026

Cerdas untuk kepentingan diri sendiri, supaya tidak dirugikan, supaya tidak rugi secara finansial, supaya tidak tertipu," pungkas Taruna.