"Pengawasannya BPOM itu jumlahnya sekarang 290 juta penduduk di Indonesia. Itu kecerdasannya BPOM," kata Taruna.

Ia menambahkan BPOM juga berupaya membangun sistem pengawasan yang lebih terbuka, salah satunya dengan membuka akses komunikasi yang lebih cepat antara masyarakat dan pimpinan BPOM.

"Kalau ikut birokrasi mungkin lima sampai enam bulan baru sampai ke sana.

Tapi dengan saya buka diri, dengan model partisipasi masyarakat itu, dalam hitungan detik bisa langsung komunikasi dengan Kepala BPOM," ujarnya.

Taruna juga menyebut keterbukaan tersebut membuat proses tindak lanjut terhadap laporan masyarakat bisa berlangsung lebih cepat sekaligus menciptakan sistem pengawasan yang saling mengawasi.

"Jadi kita saling mengawasi. Kepalanya mengawasi bawahannya, bawahannya diawasi oleh kepalanya, tetapi bukan hanya kepala.

Seluruh masyarakat yang ada di sini juga ikut mengawasi," katanya.

Ia mengakui sistem tersebut membuat BPOM menerima banyak laporan dari masyarakat setiap hari.

>>> Ibu Korban KM Nurul Salsa Lapor Polisi, Minta Kelalaian Diusut

Namun, menurutnya hal itu justru menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan produk yang beredar di Indonesia.