Mukjizat Selembar Gabus dan Dekapan Suami di Laut Selayar
"Empat hari kami tidak makan, tidak minum. Tidak pernah tidur, kedinginan terus.
Malam menggigil. Mau makan daun yang hanyut, tidak ada," ujarnya dengan pandangan menerawang, mengingat rasa lapar yang menyiksa.
Tapi ancaman itu tak hanya datang dari kejamnya lautan. Bagi Sitti, ancaman terbesar sebenarnya adalah dirinya sendiri.
Sitti Amang tidak bisa berenang.
>>> Menteri India Buka Suara Usai Dituntut Mundur oleh Partai Kecoak
Lautan dalam yang menganga di bawah kakinya siap menelannya kapan saja jika ia tergelincir dari gabus. Namun, di sanalah sang suami memegang peranan mutlak.
Andi Samad tidak membiarkan istrinya menyerah.
Dengan sisa tenaga yang terus terkuras, Andi terus mendekap istrinya dari belakang, memastikan tubuh Sitti tidak direbut oleh lautan.
"Kalau tidak ada suami, mungkin saya sudah jatuh. Saya di bagian depan, suami di belakang terus pegang saya.
Karena saya tidak bisa berenang," ungkap Sitti.
Mengejar cahaya di ujung malam
Di tengah rasa putus asa yang semakin memuncak seiring berkurangnya jumlah mereka yang selamat, harapan kecil sesekali muncul di malam hari.
Setiap kali melihat kerlip lampu dari kapal yang melintas di kejauhan, insting bertahan hidup mereka menyala.
Mereka menolak untuk menyerah pada takdir. Dengan sisa-sisa tenaga yang entah datang dari mana, tangan-tangan lemah itu berusaha mendayung air.
"Kalau malam ada cahaya lampu kapal, kami berusaha ke sana. Semua yang masih kuat berusaha menggerakkan gabus supaya mendekat.
Cahayanya jauh sekali, tapi kami tetap berusaha ke sana," jelas Sitti.
Perjuangan tanpa henti, rasa lapar yang ditahan, dan cinta yang terus menguatkan itu akhirnya membuahkan hasil.
Pada Sabtu (18/7), sebuah kapal nelayan yang tengah melintas melihat lambaian tangan putus asa dari para korban.
Sitti Amang, Andi Samad, dan tiga penumpang lainnya akhirnya ditarik dari pelukan maut lautan Selayar. Ia kini masih terbaring lemah di RSUD KH Hayyung Selayar.
Kini operasi pencarian korban KM Nurul Salsa telah memasuki hari kedelapan. Basarnas telah mengumumkan operasi pencarian korban selama tiga hari ke depan.
>>> Sudaryono Ungkap Nasib Kursi Wamentan Usai Jadi Kepala BGN
Hingga hari kedelapan operasi, dari total 78 orang yang berada di atas KM Nurul Salsa, sebanyak 59 orang ditemukan selamat, 3 orang ditemukan meninggal dunia, sementara 16 korban lainnya masih dalam pencarian.
Update Terbaru
Lee Jun Young Resmi Jalani Wajib Militer, Tinggalkan Pesan Haru untuk Penggemar
Rabu / 22-07-2026, 16:50 WIB
IU Tunda Tur dan Album Baru karena Kondisi Kesehatan Memburuk
Rabu / 22-07-2026, 16:49 WIB
Nissan Leaf Nismo 2027: Tampil Agresif, Tenaga Tetap Standar
Rabu / 22-07-2026, 16:49 WIB
Iran Peringatkan AS Usai Trump Ancam Serang Gunung Nuklir Pickaxe
Rabu / 22-07-2026, 16:49 WIB
Walhi Jatim: Kebakaran TPA Benowo Bukan Insiden Biasa
Rabu / 22-07-2026, 16:49 WIB
IHSG Ditutup Melemah ke 6.334, 340 Saham Terkoreksi
Rabu / 22-07-2026, 16:49 WIB
Geotab Luncurkan GO Focus Plus, Proaktif Cegah Kecelakaan Armada
Rabu / 22-07-2026, 16:49 WIB
Penjualan Honda di China Anjlok 60% dalam Lima Tahun, tetapi Perpanjang Kemitraan 10 Tahun
Rabu / 22-07-2026, 16:45 WIB
Sudaryono Janji Zero Tolerance untuk Korupsi dan 'Hanky Panky' di BGN
Rabu / 22-07-2026, 16:45 WIB
Lantik 1.177 Perwira Remaja, Prabowo Singgung Peran Vital TNI-Polri
Rabu / 22-07-2026, 16:45 WIB
Viral, Cristiano Ronaldo Disindir dalam Perayaan Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Rabu / 22-07-2026, 16:44 WIB
AnimEigo Rilis Episode 18 The Anime Business Bersama Pendiri Crunchyroll Kun Gao
Rabu / 22-07-2026, 16:44 WIB
Wapres Gibran Dorong MBG Fokus di Daerah 3T Usai Pelantikan Kepala BGN Baru
Rabu / 22-07-2026, 16:44 WIB
Sarwendah Bantah Klaim Ruben Onsu Utang Rp11 Miliar untuk Renovasi Rumah
Rabu / 22-07-2026, 16:43 WIB







