Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan akan menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap korupsi dan penyimpangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia juga memastikan tidak akan ada lagi praktik 'hanky panky' atau tindakan merugikan keuangan negara di lingkungan BGN.

>>> Lantik 1.177 Perwira Remaja, Prabowo Singgung Peran Vital TNI-Polri

Istilah ini merujuk pada kecurangan, tipu daya, dan perbuatan curang.

"Doakan kami semua untuk bisa amanah dan menjalankan program ini dengan sebaik-baiknya, zero tolerance untuk praktik-praktik korupsi dan hanky panky dan copet-copetan," kata Sudaryono usai dilantik sebagai kepala BGN di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (22/7).

Sudaryono mengatakan akan memprioritaskan pembenahan tata kelola di BGN. Menurutnya, seluruh proses kerja harus terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan karena program MBG menggunakan anggaran negara dari masyarakat.

Ia menegaskan setiap rupiah yang dikeluarkan harus sesuai tujuan program, yaitu menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lanjut usia.

"Yang tidak transparan harus kita buat transparan. Mungkin kalau ada yang masih manual bagaimana caranya supaya tidak manual atau bisa secara digital ada rekodnya.

Dan yang sembunyi-sembunyi tidak boleh lagi terjadi dan segalanya harus terang benderang," ujarnya.

Sudaryono juga menegaskan penyelesaian persoalan di BGN akan dilakukan melalui mekanisme yang berlaku, bukan pendekatan personal. Ia meminta semua pihak tidak mengharapkan perlakuan khusus.

>>> Viral, Cristiano Ronaldo Disindir dalam Perayaan Spanyol Juara Piala Dunia 2026

"Saya ingin penyelesaian masalah, saya ingin penyelesaian persoalan, follow up dan lain-lain dilaksanakan sesuai mekanisme sistem.

Jadi kita bukan lagi trust in person, kemudian kita bicara di ruang-ruang yang remang-remang, yang gelap, di private room, restoran, tapi segala sesuatu harus dibahas di ruang-ruang yang terang dan transparan dan dilihat orang," kata Sudaryono.

Meski berkomitmen menjalankan BGN secara bersih, Sudaryono mengakui tidak bisa bekerja sendiri. Ia membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan atau melaporkan kejanggalan dalam program.

"Kami ingin lebih banyak mendengar, ingin kemudian lebih banyak menerima masukan dari semua.

Ada barangkali ditemukan hal-hal yang janggal, ada ide-ide baru dan lain-lain, kami siap untuk menerima masukan dan menjadi bahan pertimbangan untuk kami mengambil sebuah keputusan," ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya melantik Sudaryono sebagai kepala BGN berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 78/P Tahun 2026.

>>> AnimEigo Rilis Episode 18 The Anime Business Bersama Pendiri Crunchyroll Kun Gao

Ia menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri untuk berobat di luar negeri.