Ia menegaskan perubahan posisi tersebut sama sekali tidak memiliki makna politik. Menurutnya, publik tidak perlu mengaitkannya dengan isu hubungan antara Presiden dan Wakil Presiden.

"Nah, itulah yang kemudian menjawab pertanyaan yang secara layout, kalau Saudara-saudara kemarin perhatikan adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah.

Dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata, tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan," ujarnya.

Gerindra meminta publik tidak terpancing narasi yang mengaitkan posisi duduk dengan hubungan politik di tingkat pimpinan negara.

Bambang menilai ada pihak yang mencoba membangun opini seolah terjadi keretakan antara Prabowo dan Gibran.

"Jadi jangan didramatisir. Presiden dan wakil presiden bekerja saling melengkapi.

>>> Pacar Lamine Yamal Nangis Dihujat Netizen Usai Spanyol Juara Piala Dunia

Ada pihak yang ingin memecah kekompakan keduanya, dengan menframing narasi provokatif. Tapi kami yakin masyarakat tidak akan terpengaruh," katanya.