Hubungan harmonis antara Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai sinyal bahaya bagi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pengamat politik Adi Prayitno meragukan Jokowi berani mengusung Gibran sebagai calon presiden di Pilpres 2029 untuk melawan Prabowo jika hubungan keduanya tetap baik.

>>> Mensesneg: Pemerintah Belum Putuskan Skema Baru MBG, Mohon Waktu Pembenahan

"Banyak pihak yang menduga rasa-rasanya agak sulit untuk dibayangkan bahwa misalnya Pak Jokowi akan memajukan Gibran melalui PSI ataupun partai politik yang lain.

Kan itu yang dibayangkan oleh publik mengingat ya hubungan kedua tokoh ini kan baik-baik saja," ungkap Adi dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Senin (20/7).

Adi menambahkan, sikap politik Jokowi, PSI, dan relawan masih menjadi teka-teki jika Gibran tidak kembali menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo.

"Apakah akan terus bersama dengan Prabowo lillahi ta'ala tanpa harus calon wakil presiden Gibran di situ, ataukah akan membentuk poros politik sendiri?

Itulah yang kemudian menjadi teka-teki yang per hari ini sepertinya belum ada terang yang bisa disimpulkan," tandasnya.

>>> Scaloni Menangis dan Isyaratkan Berpisah dengan Timnas Argentina

Instruksi Jokowi ke PSI

Sebelumnya, Ketua DPP PSI Bestari Barus menyebut Jokowi menginstruksikan PSI untuk mengawal Prabowo–Gibran hingga dua periode.

Pesan itu disampaikan langsung Jokowi saat bertemu di Solo, Kamis (18/6/2026).

"Kepada kami beliau menyampaikan kok bahwa kita itu diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan ya, bahkan, bahkan sampai dua periode.

Jadi nggak ada itu fitnahan, fitnahan tentang bakal ada dua matahari. Matahari gimana bisa dua?

>>> Polda Metro Hormati Putusan Tolak Praperadilan Roy Suryo

ada-ada aja," kata Bestari kepada wartawan, Jumat (18/6).