Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masih terjadi di sejumlah sektor meskipun ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5 persen.

Ia meminta publik tidak hanya melihat perusahaan yang tutup, tetapi juga perusahaan baru yang menciptakan lapangan kerja.

>>> Kento Nakajima Rilis 'ONIGOTO' sebagai Lagu Pembuka The Elusive Samurai Season 2

Purbaya mengatakan keluar-masuknya perusahaan merupakan hal yang lazim dalam perekonomian yang kompetitif.

"Di ekonomi itu selalu ada seperti itu. Dalam pasar yang kompetitif ada keluar masuk (perusahaan), entry dan exit.

Jadi jangan lihat yang exit saja, karena di ekonomi yang lagi tumbuh pun ada perusahaan bangkrut," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (21/7).

Ia menilai indikator yang lebih tepat untuk melihat kondisi pasar tenaga kerja adalah penciptaan lapangan kerja secara keseluruhan.

Menurutnya, penurunan tingkat pengangguran menunjukkan jumlah pekerjaan baru kemungkinan lebih banyak dibandingkan lapangan kerja yang hilang akibat PHK.

"Kalau kita lihat unemployment (pengangguran) turun, sepertinya sih banyak penciptaan lapangan kerja dibanding yang keluar. Justru pertumbuhan ekonomi menggambarkan itu sebetulnya," katanya.

Purbaya menambahkan kondisi ekonomi Indonesia secara agregat masih menunjukkan tren positif.

Ia menyinggung pertumbuhan ekonomi yang mencapai sekitar 5 persen sebagai indikasi bahwa aktivitas ekonomi nasional tetap berjalan baik.

"Kalau kita lihat data agregatnya kan turun (pengangguran). Pertumbuhan ekonomi 5 persen itu kan tertinggi di bulan pertama sejak tahun 2013.

Jadi harusnya kondisi ekonomi memang baik secara agregat," ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui PHK dan kebangkrutan perusahaan tetap terjadi di sejumlah sektor.

>>> The First Descendant Season 4 Hadirkan Farming Lebih Efisien dengan Hadiah Massal