Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi sinyal akan mempertahankan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Sebelumnya, ia sempat mengancam akan membubarkan institusi tersebut jika tidak ada perbaikan hingga September 2026.

>>> Putra Menkeu Purbaya Prediksi Krisis Global 2028-2032, Sebut Bisa Lebih Parah dari COVID-19

Purbaya menyatakan bahwa Bea Cukai kini menunjukkan progres yang amat baik. Pembenahan dilakukan mulai dari restrukturisasi sumber daya manusia hingga pergantian pejabat di tingkat pimpinan.

"Bea Cukai progresnya sudah amat baik.

Kita sudah kocok pegawai-pegawai di sana dan sekarang yang di puncak-puncak pimpinannya sudah orang-orang yang relatif lebih baik.

Mereka tahu kalau mereka tidak baik, mereka akan dibubarkan," ujar Purbaya dalam acara APBN Kita, Selasa (21/7/2026).

Indikator perbaikan mulai terlihat dari peningkatan kinerja institusi. Penerimaan Bea Cukai mencatat pertumbuhan sekitar 7%, lebih tinggi dibandingkan capaian sebelumnya yang berada di kisaran 6%.

Pemerintah juga mengklaim mulai melihat penurunan peredaran barang selundupan di pasar. Efektivitas penindakan terhadap pelanggaran kepabeanan juga meningkat.

"Kalau kita lihat di pasar, barang selundupan sudah berkurang banyak. Bea Cukai juga aktif melakukan penangkapan terhadap peredaran rokok ilegal.

Sekarang jumlah penindakannya semakin banyak," katanya.

>>> Soal Bubarkan Bea Cukai, Purbaya: Sudah Dikocok Ulang

Pendekatan Baru Penindakan

Salah satu langkah yang diterapkan adalah meningkatkan biaya atau risiko bagi pelaku penyelundupan.

Sebelumnya, ketika kendaraan pengangkut barang ilegal ditangkap, hanya muatannya yang disita, sementara kendaraan dan pengemudi dapat langsung dilepas.

Akibatnya, biaya yang harus ditanggung pelaku untuk melakukan penyelundupan relatif rendah sehingga tidak menimbulkan efek jera.

Kini, pemerintah mengubah pendekatan tersebut dengan menahan seluruh kendaraan yang digunakan untuk mengangkut barang ilegal hingga seluruh proses pemeriksaan selesai.

Kebijakan tersebut telah diterapkan di seluruh kantor Bea Cukai di Indonesia.

Banyak kendaraan hasil penindakan kini masih ditahan sebagai bagian dari proses hukum, sehingga di sejumlah pelabuhan dan bandara terlihat deretan truk maupun mobil yang diamankan.

Pengawasan di pintu-pintu masuk negara juga diperketat.

Purbaya menyebut aparat Bea Cukai kini semakin gencar mengungkap berbagai kasus penyelundupan, termasuk penyelundupan emas yang belakangan mulai banyak terungkap melalui operasi penindakan.

>>> Huawei dan Apple Tumbuh di Tengah Penurunan Pasar Smartphone China 2% pada Q2 2026

"Di Semarang ada berapa mobil-mobil itu di pelabuhan. Di bandara juga semakin ketat sekarang penyelundupan emas banyak yang ditangkap," pungkas Purbaya.