Tiga Orang Meninggal Akibat Wabah Legionnaires di Upper East Side
Departemen Kesehatan Kota New York mengumumkan pada Minggu bahwa satu orang lagi meninggal akibat wabah Legionnaires di Upper East Side.
Total korban jiwa kini menjadi tiga orang.
>>> JELI Jadi Top Losser, PRDL Melesat 176% di Parade IPO 20 Juli 2026
Jumlah kasus infeksi mencapai 74, dan delapan pasien masih dirawat di rumah sakit.
Wabah ini terkonsentrasi di tiga kode pos: 10028, 10075, dan 10128, meliputi lingkungan Carnegie Hill dan Yorkville.
Pernyataan Komisioner Kesehatan
Komisioner Kesehatan Kota New York, Dr. Alister F. Martin, menyatakan rasa duka mendalam atas kematian ketiga ini.
Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut untuk menghormati privasi keluarga korban.
Dr. Martin juga mengungkapkan bahwa tidak ada individu yang menunjukkan gejala baru selama lebih dari seminggu.
Data pengawasan dari unit gawat darurat setempat juga tidak menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan.
>>> Xteink X4 Pro: E-Reader Saku dengan Lampu Depan Hadirkan Peningkatan Besar
Ia menambahkan bahwa pihaknya terus menyelidiki kasus dan memantau pasien di rumah sakit. Namun, penyebaran awal tampaknya telah melambat.
Upaya Penanggulangan
Sebelumnya, pada 14 Juli, departemen kesehatan memerintahkan 76 bangunan dengan menara pendingin di wilayah terdampak untuk melakukan remediasi dan disinfeksi agresif.
Langkah ini diyakini telah menghilangkan sumber utama paparan lingkungan.
Inspektur terus mengawasi semua infrastruktur yang teruji positif bakteri Legionella. Kepatuhan bangunan menjadi fokus utama kota dalam penyelidikan asal-usul wabah.
Dr. Martin menegaskan bahwa setiap pemilik bangunan yang tidak mematuhi hukum kesehatan masyarakat akan dimintai pertanggungjawaban.
Legionnaires adalah pneumonia yang tidak menular dan didapat dengan menghirup kabut yang terkontaminasi bakteri Legionella.
>>> Konsol Retro 620 Game Dijual Hanya Rp256 Ribu, Cocok untuk Nostalgia
Kota mengimbau siapa pun yang berada di kode pos terdampak untuk memantau gejala seperti demam, menggigil, nyeri otot, dan batuk hingga 14 hari setelah paparan.
Update Terbaru
Waskita Karya Rugi Rp1,92 Triliun, Utang Tembus Rp66,53 Triliun
Selasa / 21-07-2026, 15:42 WIB
Wali Kota New York Ingin Tangkap Netanyahu, Trump Beri Peringatan
Selasa / 21-07-2026, 15:42 WIB
Alienware Luncurkan Tiga Laptop Gaming Baru di India dengan Intel Core Ultra 9
Selasa / 21-07-2026, 15:42 WIB
Di Balik Koleksi 'Harsa', Ketelitian Perajin Jadi Kunci Busana Premium Lakon
Selasa / 21-07-2026, 15:42 WIB
Welah Hatta: Wanita Indonesia di Balik Sukses FIFA World Cup 2026
Selasa / 21-07-2026, 15:42 WIB
Harga Langganan Apple Naik Serempak, dari Apple Music hingga iCloud
Selasa / 21-07-2026, 15:42 WIB
Harga Rumah Nasional Naik Tipis 1,1%, Pasar Sekunder Makin Selektif
Selasa / 21-07-2026, 15:39 WIB
Skill dan Build Terbaik Han Xin di Honor of Kings
Selasa / 21-07-2026, 15:39 WIB
5 Hero EXP Laner Terbaik untuk Counter Yu Zhong di Mobile Legends
Selasa / 21-07-2026, 15:39 WIB
Google Siapkan Peningkatan Besar Autofill Chrome dengan Gemini
Selasa / 21-07-2026, 15:39 WIB
Dulu Usir Tikus di Taman, Kucing-Kucing Ini Sekarang Jadi Magnet Turis
Selasa / 21-07-2026, 15:38 WIB
Paredes dan AFA Terancam Sanksi FIFA Imbas Ricuh di Final Piala Dunia
Selasa / 21-07-2026, 15:38 WIB
Nama Laut China Selatan Digugat ke MK, Minta Diubah Jadi Laut Natuna
Selasa / 21-07-2026, 15:38 WIB
Daftar Juara Piala Dunia dari Tahun ke Tahun, Lengkap 1930-2026
Selasa / 21-07-2026, 15:38 WIB







