Transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) semakin populer di Indonesia. Namun, di balik kemudahannya, modus penipuan QRIS palsu juga ikut meningkat.

Bank Indonesia mencatat jumlah pengguna QRIS mencapai 60,77 juta hingga Februari 2026. QRIS tidak hanya digunakan di dalam negeri, tetapi juga di berbagai negara mitra.

>>> Profil Amanda Rigby Sosok yang Diduga Resmi Menikah dengan Andre Taulany, Lengkap: Umur, Agama dan Akun IG

Modus penipuan QRIS umumnya dilakukan dengan meniru identitas merchant, termasuk nama, jenis barang, dan jumlah transaksi. Berikut lima modus yang perlu diwaspadai.

1. Mengubah Barcode QRIS di Tempat Umum

Penipu sering memasang QRIS palsu di gerai-gerai umum, seperti merchant makanan, minuman, atau tempat ibadah. Contohnya, barcode QRIS di kotak amal masjid diganti dengan QRIS milik pribadi penipu.

2. Screenshot QRIS Lama untuk Mengecoh Penjual

Modus ini menyasar para pedagang. Penipu menggunakan screenshot transaksi QRIS yang sudah pernah dilakukan, lalu mengeditnya.

Saat penjual sibuk melayani banyak pembeli, notifikasi pembayaran palsu bisa lolos.

3. Menukar Rekening pada QRIS

Banyak masyarakat yang belum paham betul tentang QRIS. Penipu memanfaatkan hal ini dengan menukar rekening tujuan pembayaran menjadi rekening mereka.

Korban diminta membayar melalui QRIS palsu yang menunjukkan nomor rekening berbeda.

4. Scamming

Scamming menggunakan taktik psikologis untuk mengincar korban. Pelaku mengaku sebagai pihak resmi dan menawarkan hadiah atau keuntungan besar sebagai imbalan transfer dana melalui QRIS.

5. Phishing

Phishing dilakukan dengan membuat situs web palsu yang menyerupai situs resmi penyedia jasa pembayaran.

>>> Prediksi Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: Siapa Juara?