Kemudahan transaksi menggunakan QR Code ternyata membawa ancaman baru. Modus penipuan bernama quishing kini mulai marak dan bisa menguras isi rekening korban.

Quishing adalah singkatan dari QR Phishing.

>>> Huawei MatePad Pro Max Segera Meluncur di Indonesia, Tablet AI 13 Inci Tipis Siap Gantikan Laptop

Ini merupakan serangan siber di mana pelaku menggunakan QR Code palsu untuk mengarahkan korban ke situs web berbahaya.

Tujuannya bisa mencuri informasi pribadi sensitif, kredensial login, hingga menyebarkan malware ke perangkat korban.

Cara Kerja Quishing

Pelaku biasanya menempelkan stiker QR Code palsu di atas QR Code asli di tempat umum. Contohnya pada menu restoran, QRIS pembayaran, atau mesin parkir.

Ketika korban memindai kode tersebut, mereka akan diarahkan ke situs palsu yang sangat mirip dengan aslinya.

Di sana, korban diminta memasukkan data sensitif seperti username dan password perbankan, nomor kartu kredit, atau data pribadi lainnya.

>>> Samsung Galaxy A27 5G Resmi di Indonesia, Harga Rp5 Jutaan dengan Fitur AI Premium

Tidak hanya itu, perangkat korban juga bisa secara otomatis mengunduh malware yang dapat menyadap isi ponsel.

Cara Menghindari Quishing

Sebelum memindai, periksa kondisi fisik QR Code.

Jika terlihat seperti stiker yang ditempel di atas kode lain, ada bekas kopekan, atau terlihat tidak resmi, sebaiknya jangan dipindai.

Selalu cek pratinjau URL sebelum diarahkan. Waspada jika URL terlihat aneh, menggunakan pemendek link, atau memiliki salah ketik.

Pastikan situs menggunakan protokol https:// dan domain yang resmi.

>>> Google DeepMind Hidupkan Gol Legendaris Pelé dengan AI, Bukti Teknologi Bisa Merekonstruksi Sejarah

Gunakan aplikasi pemindai QR Code yang aman. Hindari aplikasi pihak ketiga sembarangan yang banyak mengandung iklan.