Klarifikasi Jokowi soal Ijazah UGM Dibantah Eks Dosen Fakultas Kehutanan
Polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali memanas di media sosial.
Sebuah unggahan dari akun Facebook Wan Boy menyoroti pernyataan eks dosen Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Kasmudjo.
>>> Ramalan Zodiak Cinta 19 Juli: Cancer Lebih Peka, Sagitarius Kontrol Emosi
Wan Boy menilai penegasan Kasmudjo cukup untuk memperkuat dugaan ketidaksesuaian dalam penjelasan Jokowi.
"Menilai Ijazah Jokowi S1 UGM asli atau palsu bagi saya pribadi cukup dengan menilai fakta ini saja sudah cukup.
Fakta cerita kebohongan politikus itu yang digagalkan Kasmudjo," kata Wan Boy, dikutip Minggu (19/7/2026).
Kasmudjo menyatakan bahwa dirinya bukan dosen pembimbing skripsi Jokowi. Ia juga mengaku tidak pernah melihat ijazah mantan presiden itu secara langsung.
Pada periode 1980–1985, Kasmudjo masih berstatus asisten dosen dengan golongan III/b. Ia belum memiliki kewenangan untuk membimbing skripsi secara mandiri.
Wan Boy menambahkan bahwa berdasarkan aturan internal universitas saat itu, asisten dosen belum bisa menjadi pembimbing skripsi tanpa pendampingan dosen senior.
>>> Powerball Undi Nomor Jackpot Rp8 Triliun, Hasil Resmi Masih Ditunggu
"Karena bukan pembimbing skripsi, ia menyatakan tidak mengetahui proses penyusunan skripsi maupun detail fisik ijazah kelulusan dari Jokowi," lanjutnya.
Dalam pemeriksaan di kepolisian terkait kasus tuduhan ijazah palsu, Jokowi memberikan klarifikasi. Ia membenarkan bahwa Kasmudjo bukan pembimbing skripsinya, melainkan pembimbing akademik.
Pembimbing skripsi yang sebenarnya adalah Profesor Achmad Sumitro.
Klarifikasi tersebut justru memicu perdebatan baru di media sosial. Sebagian netizen menilai itu sebagai pelurusan, sementara yang lain menganggapnya menimbulkan pertanyaan baru.
Wan Boy menuduh adanya upaya rekayasa untuk menutupi persoalan ijazah.
"Jokowi sudah banyak membuat rekayasa untuk menutupi kebohongannya terkait ijazah aslinya dari Fakultas kehutanan S1 UGM," katanya.
>>> Polisi Tutup Jembatan Tacoma Narrows Akibat Insiden Kritis
Hingga kini belum ada putusan pengadilan yang menyatakan ijazah Jokowi palsu. Perdebatan masih berada di ranah opini publik dan proses hukum yang tengah berjalan.
Update Terbaru
Tanda Sakit Halus pada Anjing Sering Terlewatkan, Studi Ungkap
Minggu / 19-07-2026, 21:49 WIB
Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Mengubah Segalanya dalam Kanker Usus Besar
Minggu / 19-07-2026, 21:49 WIB
21 Penyakit dan Layanan RS Ini Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Minggu / 19-07-2026, 21:49 WIB
Final Piala Dunia 2026: Argentina vs Spanyol, Duel Dua Filosofi
Minggu / 19-07-2026, 21:49 WIB
Buttonscarves Gelar Tropical Paradise Takeover 2026 Bertema Under The Sea
Minggu / 19-07-2026, 21:22 WIB
Motorola Razr 2025: Satu-satunya Ponsel yang Mendekati Pixel 11
Minggu / 19-07-2026, 21:22 WIB
Fitur Taskbar Baru Android 17 Akhirnya Atasi Masalah Terbesar Saya dengan Pixel Fold
Minggu / 19-07-2026, 21:22 WIB
Galaxy Z Fold 8: Samsung Gagalkan Harapan Saya pada Foldable Lebar
Minggu / 19-07-2026, 21:22 WIB
Rekaman Bodycam: Pria Bersampar Todong Polisi Denver Sebelum Ditembak
Minggu / 19-07-2026, 21:22 WIB
Ohio Hapus Parole bagi Pembunuh Petugas Penegak Hukum
Minggu / 19-07-2026, 21:21 WIB
Dua Deputi Sheriff Florida Ditembak saat Penyergapan, Tersangka Tewas
Minggu / 19-07-2026, 21:21 WIB
ATF Tetapkan BolaWrap 150 Bukan Senjata Api
Minggu / 19-07-2026, 21:20 WIB
Indonesia Siap Dukung Ekosistem AI Terbuka dan Inklusif
Minggu / 19-07-2026, 21:07 WIB
Panduan Beralih ke ColorOS untuk 5 Model Realme Terbaru di 2026
Minggu / 19-07-2026, 21:07 WIB







