Asap dari kebakaran hutan di Kanada menyebar luas ke wilayah Midwest, Mid-Atlantic, dan Timur Laut Amerika Serikat. Sekitar 109 juta orang terdampak polusi udara parah ini.

Pemerintah setempat mengeluarkan peringatan kesehatan. Warga diimbau tetap di dalam ruangan dan mengurangi aktivitas fisik di luar.

>>> Timnas Portugal Terbang dengan Pesawat yang Terkait Deportasi Massal

Data dari situs AirNow menunjukkan indeks kualitas udara mencapai level berbahaya 361 di beberapa lokasi Midwest. Kota-kota besar seperti Chicago dan Detroit diselimuti kabut asap tebal.

Kabut asap kemudian bergerak ke Baltimore dan Washington DC pada malam hari.

Pada pukul 06.00 waktu setempat, indeks kualitas udara di kedua kota mencapai level sangat tidak sehat, masing-masing 281 dan 247.

Di New York City, kondisi berasap telah berlangsung sejak Selasa. Indeks kualitas udara tercatat pada level tidak sehat 184.

Philadelphia dan Cleveland melaporkan angka sangat tidak sehat sekitar 260. Sementara itu, sebagian Michigan, Minnesota, dan Wisconsin mencatat angka dalam kisaran berbahaya.

Pemantauan global menunjukkan polusi di lima kota besar Amerika Utara melampaui tingkat polusi di Kinshasa atau Nairobi. Kota-kota tersebut berada di urutan berikutnya dalam indeks polusi global.

Citra satelit dari NASA Fire Information for Resource Management System mengungkapkan titik api besar yang menjalar jauh ke Wilayah Barat Laut Kanada.

Departemen Lingkungan Michigan menyarankan warga menutup jendela, meminimalkan membuka pintu, dan menggunakan sistem HVAC dengan peringkat MERV-13 atau lebih tinggi.

Jika harus keluar rumah, disarankan menggunakan respirator N95 atau P100 bertanda NIOSH.

Beberapa wilayah di Timur Laut dan New England diperkirakan akan membaik karena angin kencang dari Quebec diperkirakan akan menggeser asap dari Ontario barat.