Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy membela keputusannya memberhentikan Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov dalam konferensi pers di Kyiv pada Kamis.

Zelenskyy mengakui adanya keretakan hubungan antara kementerian pertahanan dan komandan militer tertinggi, yang melumpuhkan komunikasi.

>>> Trump Siapkan Pidato Primetime soal Pemilu dan Iran

Pemecatan Fedorov yang populer memicu protes luas.

Lebih dari 1.000 orang berkumpul di luar kantor presiden di Kyiv pada Kamis untuk menuntut pemulihan jabatan Fedorov dan pencopotan panglima militer.

Berbicara bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer yang berkunjung, Zelenskyy mengatakan gesekan pribadi antara Fedorov dan Kolonel Jenderal Oleksandr Syrskyi telah melumpuhkan komunikasi.

"Saya sangat ingin melihat persatuan. Kedua pihak tidak menemukannya.

Dan masalahnya bukan hanya pada mereka, tetapi juga pada saya," ujar Zelenskyy.

Ia menjelaskan bahwa meskipun berharap kerja sama, perpecahan yang dalam membuatnya tidak punya pilihan selain mendukung satu sisi demi stabilitas operasional.

Untuk mengisi kekosongan, Zelenskyy menunjuk Yevhenii Khmara, kepala sementara dinas keamanan Ukraina, sebagai menteri pertahanan sementara dan meminta konfirmasi parlemen untuk pengangkatan tetap.

Kunjungan Perdana Menteri Inggris

Pergantian politik dalam negeri ini bertepatan dengan kunjungan resmi terakhir Perdana Menteri Inggris Keir Starmer ke Kyiv sebelum ia meninggalkan Downing Street.

Dalam pertemuan itu, para pemimpin membahas kerja sama militer dan hubungan bilateral. Starmer menegaskan kembali komitmen jangka panjang Inggris untuk mendukung Ukraina melawan invasi Rusia.

"Dukungan Inggris untuk perjuangan ini tidak akan pernah berubah," kata Starmer. Ia menekankan solidaritas publik dan politik Inggris sudah tertanam dalam institusi dan komunitas negara.

"Perjuangan Anda adalah perjuangan kami," tambahnya.

Tudingan Fedorov soal Resistensi Militer