Sementara itu, Fedorov yang dipecat mengadakan konferensi pers sendiri untuk menguraikan konflik institusional yang mendalam yang menyebabkan pemecatannya pada Rabu.

>>> Daftar Game Premium Gratis di Play Store, Buruan Klaim!

Fedorov menuduh staf umum militer secara aktif menolak modernisasi kritis dan reformasi digital demi struktur operasional yang usang.

"Tidak mungkin mengembangkan sistem berdasarkan ini," kata Fedorov.

Ia menyatakan keputusan militer mengenai alokasi sumber daya dan dukungan brigade sangat dipengaruhi oleh loyalitas pribadi, bukan evaluasi berbasis data.

"Budaya semacam ini harus diberantas, karena jika tidak, kita tidak akan bisa mengalahkan musuh yang sistemnya juga bermasalah," ujarnya.

Fedorov menekankan bahwa mengadopsi sistem modern dan transparan adalah satu-satunya jalan bagi Ukraina untuk berhasil melawan pasukan Rusia.

Ia menambahkan bahwa ia secara resmi menolak tawaran Zelenskyy untuk tetap menjabat sebagai penasihat pemerintah, sementara parlemen bersiap memberikan suara pada perombakan kabinet yang lebih luas, termasuk pengganti Perdana Menteri Yulia Svyrydenko yang mengundurkan diri.

Para pemimpin masyarakat sipil dan demonstran setempat menyatakan kekhawatiran bahwa pemecatan Fedorov bermotif politik karena popularitasnya yang meningkat, membandingkannya dengan pemecatan Jenderal Valerii Zaluzhnyi sebelumnya.

Seorang pengunjuk rasa, Andrii Dligach, mengatakan, "Syrskyi adalah jenderal kuno. Beberapa orang di sekitarnya diduga korup dan memiliki proyek drone sendiri.

Masalahnya adalah Zelenskyy menentang siapa pun yang menunjukkan ambisi politik."

Dligach mengungkapkan frustrasi atas proses pengambilan keputusan yang sangat terpusat dan kuno di sekitar kepresidenan.

"Hanya sedikit orang yang bisa memengaruhi pemikiran presiden. Sebagian besar menentang Fedorov.

Mereka lebih suka gaya manajemen kuno, mirip dengan di Rusia, dengan seorang tsar," katanya.

>>> CrazyGames Rilis 7 Game Balap Mobil Terbaru Juli 2026, Bisa Dimainkan Gratis

Parlemen Ukraina diperkirakan akan memberikan suara pada pencalonan Yevhenii Khmara dan posisi kabinet kunci lainnya dalam beberapa hari mendatang.