>>> Kloning Roblox Meccha Chameleon Kalahkan Pemain Asli di Steam

Namun, para ahli meragukan hal itu mungkin dilakukan.

Beberapa karyawan mengeluh bahwa pembuatan model bahasa besar sangat berbeda dengan pembuatan perangkat keras. Mereka menilai Musk tidak memahami AI.

Kontroversi lain semakin menimbulkan kekacauan dan menurunkan moral.

Pada awal tahun, Grok memicu kemarahan karena digunakan untuk menghasilkan jutaan gambar telanjang nonkonsensual dari orang sungguhan, termasuk anak-anak.

xAI juga mengatakan kepada karyawan bahwa mereka akan dibayar untuk memberikan data pajak pribadi guna melatih Grok, namun janji itu tidak pernah ditepati.

Para pendiri xAI pun menunjukkan ketidakpercayaan terhadap arah perusahaan. Pada Februari, beberapa mulai hengkang saat Musk bersiap menggabungkan xAI dengan SpaceX menjelang IPO.

Setelah merger selesai, seluruh sebelas pendiri xAI telah meninggalkan perusahaan.

Menjelang tanggal IPO, xAI berada dalam posisi genting sehingga menjual sebagian kapasitas komputasinya kepada Anthropic. Ini ironis mengingat upaya putus asa Musk untuk meniru chatbot AI milik Anthropic.

Perusahaan AI besar, termasuk Anthropic, kesulitan mencari atau membangun kapasitas komputasi yang diperlukan.

xAI menjadi pengecualian langka karena modelnya hanya menggunakan 11 persen dari kapasitas komputasinya pada April lalu.

xAI juga setuju menjual daya komputasi kepada Google dan startup AI lain bernama Reflection. Kesepakatan ini menghasilkan pendapatan miliaran dolar, tetapi secara langsung menguntungkan pesaing terbesar xAI.

>>> Lebih dari 100 Demokrat Dukung Pemotongan Bantuan Militer ke Israel

Langkah tersebut dianggap sebagai pengakuan bahwa xAI tidak setara dengan perusahaan AI terkemuka dan hanya puas menjual perangkat keras, bukan membangun model AI terbaik.