Namun, pemulihan terpanjang terjadi setelah Runtuhnya Harga Minyak 2014-2016, yang membutuhkan waktu hampir 27 bulan. Investor harus bersiap untuk kemungkinan penantian yang lebih lama.

Oracle saat ini berbeda dengan masa lalu, didukung oleh backlog RPO yang besar. Permintaan ini didorong oleh perannya dalam AI, mulai dari Oracle Cloud Infrastructure hingga berbagai aplikasi.

Meskipun demikian, pertumbuhan ini membutuhkan investasi besar, dengan rencana mengumpulkan sekitar $40 miliar modal dan tekanan jangka pendek pada margin kotor.

Persaingan di pusat data AI terus berkembang, menjaga profil risiko bagi perusahaan mapan.

Nathman menyarankan investor untuk mempertimbangkan dampak pada portofolio. Penurunan maksimal 40% pada posisi yang mencakup 10% portofolio akan mengurangi sekitar 4% dari total aset.

Jika bobot posisi dinaikkan menjadi 20%, penurunan menjadi sekitar 8%.

Data historis berfungsi sebagai indikasi risiko, bukan jaminan. Strategi utama adalah mengelola eksposur melalui alokasi aset yang hati-hati dan diversifikasi.

>>> Saham SpaceX Anjlok di Bawah Harga IPO, Short Seller Makin Agresif

Penjualan untuk diversifikasi dapat menimbulkan implikasi pajak, namun ada strategi alternatif untuk membatasi risiko tanpa memicu pajak.