Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mengajak diaspora Indonesia di Spanyol untuk memperkuat diplomasi budaya.

Ajakan itu disampaikan dalam dialog budaya bersama diaspora di Ruang Serbaguna KBRI Madrid pada 15 Juli 2026.

>>> Dilraba Dilmurat Bantah Rumor Kenaikan Berat Badan demi Kung Fu Soccer

Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus diskusi mengenai peran strategis diaspora dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke dunia.

Duta Besar RI untuk Spanyol, Muhammad Najib, menyambut baik kunjungan Menteri Kebudayaan dan menekankan pentingnya kolaborasi perwakilan RI di luar negeri.

Dalam dialog itu, Fadli Zon didampingi Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T. D.

Retnoastuti. Ia menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat KBRI Madrid dan antusiasme diaspora yang hadir.

Kunjungan ke Madrid merupakan bagian dari undangan Menteri Kebudayaan Spanyol dan Menteri Kebudayaan Palestina. Tujuannya membahas pembentukan aliansi internasional untuk melindungi identitas budaya Palestina dari ancaman genosida budaya.

Menurut Fadli Zon, pelindungan warisan budaya adalah tanggung jawab bersama masyarakat internasional. Hal itu sebagai upaya menjaga peradaban dunia.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan memaparkan perkembangan Kementerian Kebudayaan yang kini menjadi kementerian mandiri.

Kehadiran kementerian tersendiri diharapkan memperkuat pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan Indonesia secara lebih terfokus.

Fadli Zon menegaskan Indonesia adalah negara mega-diversity dengan kekayaan budaya luar biasa.

Hal itu tercermin dari ragam cagar budaya nasional, Warisan Budaya Takbenda, Warisan Dunia UNESCO, dan elemen Intangible Cultural Heritage UNESCO.

>>> R Kelly Resmi Minta Keringanan Hukuman ke Donald Trump

Ia juga menyebut Indonesia sebagai salah satu peradaban tertua dunia berdasarkan bukti autentik, termasuk lukisan cadas prasejarah di Pulau Muna.