Pengaruh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) masih menjadi faktor kunci bagi masa depan politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai posisi Jokowi saat ini sangat dominan. Menurutnya, citra PSI dan Gibran sulit dipisahkan dari sosok mantan kepala negara tersebut.

>>> Roy Suryo Bantah Korbankan dr. Tifa, Sebut Ada Upaya Adu Domba

"Kalau melihat PSI sama Gibran hari ini, siapa yang dilihat? Pak Jokowi.

Jadi kartu hidup mati Mas Gibran sama PSI hari ini siapa coba? Jokowi," ujar Adi dalam tayangan YouTube Kompas.

Safari Politik Jokowi sebagai Pertaruhan

Adi meyakini safari politik yang dilakukan Jokowi bukan sekadar silaturahmi.

Langkah itu merupakan upaya menjaga pengaruh politik sekaligus membuka jalan agar PSI bisa menembus parlemen pada Pemilu 2029 setelah dua kali gagal.

Menurutnya, kehadiran Jokowi di ruang publik membuat namanya terus diperbincangkan sehingga modal politiknya tetap terpelihara.

"Safari politik ini bagi saya adalah pertaruhan politik Pak Jokowi yang sesungguhnya setelah tidak lagi jadi presiden dan setelah tidak lagi bersama dengan PDIP, masih sakti atau tidak?"

>>> Ramalan Zodiak 16 Juli: Libra Kontrol Pengeluaran, Scorpio Hindari Godaan

katanya.

Adi juga menilai Jokowi memegang peran penting terhadap masa depan Gibran di kontestasi politik berikutnya.

Duet Prabowo-Gibran pada Pilpres lalu lahir bukan semata faktor elektoral, melainkan dipengaruhi kedekatan politik Jokowi.

Peluang Gibran kembali berpasangan dengan Presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2029 tidak bisa dilepaskan dari hubungan politik antara Jokowi dan Prabowo.

Sebelumnya, Ketua DPP PSI Bestari Barus mengatakan Jokowi secara terang-terangan meminta partainya dan simpatisan untuk mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga dua periode.

>>> Fakta Drama China Overdo, Dibintangi Zhang Linghe dan Wang Churan

"Kepada kami beliau menyampaikan bahwa kita diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan sampai dua periode. Jadi tidak ada fitnahan tentang bakal ada dua matahari," kata Bestari.