Masalah distribusi juga memperparah kondisi. Distribusi di lapangan membengkak hingga tingkat empat (D4), melanggar regulasi yang mematok maksimal D2.

Semakin banyak distributor, semakin banyak margin yang diambil, sehingga harga sampai ke konsumen semakin tinggi.

Pengamat Pertanian dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Eliza Mardian menyoroti dominasi swasta dalam pengolahan CPO yang memicu benturan kepentingan antara motif laba dan target keterjangkauan pemerintah.

Pelaku swasta secara rasional memaksimalkan profit dengan mengalokasikan volume ke segmen lebih menguntungkan. Akibatnya, saat harga ekspor tinggi, komitmen DMO menciut hingga memicu kelangkaan di pasar rakyat.

Eliza mengusulkan langkah jangka panjang berupa pemberdayaan koperasi petani sawit di sektor hilir agar harga tidak didikte pasar global.

>>> Novel Spinoff Darwin's Game ~Flag Game~ Dapat Adaptasi Manga

Untuk jangka pendek, ia menyarankan pengetatan DMO dengan penalti tegas, pengawasan digital berbasis barcode, serta operasi pasar agresif yang ditargetkan untuk kalangan menengah bawah.