Wally Funk, penerbang perempuan Amerika yang memecahkan hambatan gender selama delapan dekade, meninggal dunia pada usia 87 tahun.

Dilansir dari The Guardian, Funk mengabdikan seluruh hidupnya pada dunia penerbangan dan meraih banyak pencapaian bersejarah meskipun menghadapi diskriminasi sistemik dari program luar angkasa AS.

>>> Pujian Trump untuk Lindsey Graham Bercampur Kritik

"Penerbangan adalah seluruh hidup saya; saya menghirupnya," ujarnya dalam memoar Higher, Faster, Longer pada 2020.

Funk meraih lisensi pilot saat remaja dan menjadi instruktur penerbangan militer perempuan pertama di AS pada usia 20 tahun.

Pada 1971, ia menjadi inspektur penerbangan perempuan pertama di Federal Aviation Administration (FAA). Tiga tahun kemudian, ia diangkat sebagai instruktur perempuan pertama di National Transportation Safety Board (NTSB).

Meski demikian, mimpinya menjadi astronot tertunda puluhan tahun karena kebijakan awal NASA.

Pada 1960, Funk bergabung dengan program Mercury 13 dan menjalani tes fisik yang sama dengan astronot pria. Ia bahkan menempati peringkat teratas di kelompoknya.

Namun, NASA menolak menerima perempuan saat itu dengan alasan hanya menggunakan pilot tempur militer, peran yang tertutup bagi perempuan.

Bahkan setelah kosmonot Soviet Valentina Tereshkova mencapai luar angkasa pada 1963, NASA baru mengizinkan perempuan setelah Sally Ride menjadi perempuan Amerika pertama di luar angkasa pada 1983.

Setelah penolakan itu, Funk berlatih gravitasi nol di Pusat Yuri Gagarin Rusia pada 2000.

>>> 5 HP Android 3 Jutaan untuk Main MLBB dan FF Lancar di 2026

Impian seumur hidupnya akhirnya terwujud pada 2021 ketika Jeff Bezos mengundangnya terbang suborbital dengan New Shepard milik Blue Origin.

Ia menjadi perempuan tertua yang bepergian ke luar angkasa pada usia 82 tahun.