Pengadilan Jerman Perintahkan FIFA Hentikan Penjualan Tiket Piala Dunia yang Manipulatif
Pengadilan regional Frankfurt, Jerman, mengeluarkan perintah kepada FIFA untuk menghentikan praktik penjualan tiket Piala Dunia yang dianggap manipulatif.
Perintah tersebut dikabulkan atas permohonan Ticombo, platform penjualan tiket online asal Jerman.
>>> Inggris vs Argentina: Rivalitas Piala Dunia Terbesar Capai Puncak
Pengadilan memerintahkan FIFA untuk meningkatkan transparansi dalam penjualan tiket sekunder dengan mengungkapkan identitas dan alamat penjual komersial.
FIFA dilarang memfasilitasi penjualan tiket tanpa memberi tahu pembeli identitas penjual sebelum transaksi selesai, khususnya untuk penjual yang bertindak secara komersial.
Perintah ini hanya berlaku di Jerman dan diperkirakan tidak mengganggu operasi FIFA secara luas untuk turnamen saat ini.
FIFA tidak hadir dalam sidang di Frankfurt, dan Ticombo berencana membawa kasus ini ke pengadilan Swiss.
Selama Piala Dunia ini, FIFA meraup jutaan dolar dari pasar tiket sekunder resmi karena penjualan tiket dengan untung legal di Amerika Serikat.
Permintaan besar mendorong harga tiket di pasar sekunder hingga puluhan ribu poundsterling.
FIFA mengambil komisi 15% dari penjual dan pembeli, sehingga mendapat keuntungan tiga kali lipat dari satu penjualan tiket.
Konsumen berulang kali mengeluhkan kurangnya transparansi FIFA mengenai identitas penjual dan lokasi kursi stadion.
>>> Ilhan Omar Dorong AS Bergabung dengan Mahkamah Pidana Internasional
Pada Mei lalu, jaksa agung New York dan New Jersey meluncurkan investigasi terhadap penjualan tiket di Stadion MetLife, venue final, setelah keluhan penggemar tentang lokasi kursi yang menyesatkan.
Jaksa Agung New York, Letitia James, menyatakan bahwa tidak ada yang boleh dimanipulasi membayar harga selangit untuk kursi, dan penggemar harus percaya tiket yang dibeli sesuai dengan yang diterima.
Update Terbaru
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI
Kamis / 16-07-2026, 01:49 WIB
Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia 2026 Tembus 10 Juta Tanda Tangan
Kamis / 16-07-2026, 01:49 WIB
I Want to Love You Till Your Dying Day Rilis Video Opening dan Ending Tanpa Kredit
Kamis / 16-07-2026, 01:49 WIB
Bek Timnas Indonesia Elkan Baggott Resmi Gabung Millwall
Kamis / 16-07-2026, 01:49 WIB
Satgas PRR Minta BPBD Percepat Pembangunan Hunian Korban Bencana Aceh
Kamis / 16-07-2026, 01:49 WIB
Ketua Ford Peringatkan AS Tak Bisa Selamanya Menahan Mobil China
Kamis / 16-07-2026, 01:46 WIB
Kisah di Balik Selebrasi Pedro Porro Usai Tekuk Prancis di Piala Dunia
Kamis / 16-07-2026, 01:45 WIB
ASN BPN Nias Lompat dari Lantai 12 Apartemen Usai Diperas Teman Kencan
Kamis / 16-07-2026, 01:45 WIB
Resident Evil 1 Remake Masuk Pra-Produksi pada 2025, Rilis Masih Lama
Kamis / 16-07-2026, 01:42 WIB
Glen Schofield, Co-Creator Dead Space, Pensiun Setelah 35 Tahun Berkarya
Kamis / 16-07-2026, 01:42 WIB
Mantan Developer Bethesda Peringatkan Pengembangan Fallout dan Elder Scrolls Akan Lebih Sulit Setelah PHK Xbox
Kamis / 16-07-2026, 01:42 WIB
Pentagon Luncurkan Skrining Testosteron untuk Personel Militer Usia 30 Tahun ke Atas
Kamis / 16-07-2026, 01:42 WIB
Fosil Muntahan Tertua Ditemukan, Usianya Lebih Tua dari Dinosaurus
Kamis / 16-07-2026, 01:42 WIB
Studi: Minyak Ikan Justru Tingkatkan Risiko Stroke pada Orang Sehat
Kamis / 16-07-2026, 01:42 WIB







