Pemerintah Indonesia secara resmi menyatakan bahwa swasembada gula konsumsi telah tercapai. Kementerian Pertanian (Kementan) kini mengalihkan fokus pada peningkatan produksi tebu untuk kebutuhan bioetanol.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, mengungkapkan bahwa produksi tebu perlu ditingkatkan melalui intensifikasi. Langkah ini bertujuan memenuhi kebutuhan gula rafinasi, gula industri, dan bahan baku biofuel.

>>> Bank Mandiri Dorong UMKM Binaan Tembus Pasar Internasional Lewat Pameran di New York

"Indonesia saat ini sudah swasembada gula konsumsi.

Namun perlu ada peningkatan produksi tebu dengan intensifikasi untuk memenuhi kebutuhan gula rafinasi dan gula industri termasuk untuk kebutuhan biofuel atau bioethanol," ujar Sudaryono dalam keterangan pers, Rabu (15/7/2026).

Selain tebu, bioetanol juga dapat dihasilkan dari jagung dan singkong. Namun, Kementan memprioritaskan tebu sebagai bahan baku utama.

Intensifikasi Lahan Tebu Rakyat

Kementan terus mendorong program intensifikasi penanaman lahan tebu rakyat. Program ini difokuskan pada peningkatan volume produksi untuk memenuhi kebutuhan industri sekunder.

"Saat ini kita fokus bagaimana produktivitasnya tinggi, petaninya sejahtera. Kemudian jalur bisnisnya bisa dikelola melalui koperasi," jelas Sudaryono.

>>> Realme Narzo 100x 5G Resmi Meluncur di India dengan Baterai 8.000 mAh dan Layar 144Hz

Peningkatan kesejahteraan petani tebu juga menjadi perhatian. Upaya tersebut dilakukan dengan meningkatkan produktivitas tanaman dan rendemen gula.

Menurut Sudaryono, keberhasilan swasembada gula konsumsi tidak lepas dari perbaikan produktivitas yang dilakukan bersama petani. "Produktivitas per hektar dan rendemen terus kita tingkatkan.

Kalau produktivitas naik dan rendemen tinggi, produksi gula bertambah sehingga biaya produksi menjadi lebih efisien," terangnya.

Dengan efisiensi biaya, harga gula diharapkan semakin kompetitif tanpa mengurangi kesejahteraan petani.

>>> Anne Hathaway Syok Hamil Anak Ketiga, Sebut Bayi 'Tembakan Jitu'

Peta jalan pemenuhan energi nasional ini dijalankan secara terpadu melalui kerja sama lintas instansi pemerintah. Keberhasilan agenda ini diharapkan mampu menekan ketergantungan impor gula industri rafinasi.