Zoho Classes 2.0 mendukung persyaratan akreditasi NAAC, NBA, UGC, dan NMC, serta tujuan utama Kebijakan Pendidikan Nasional (NEP) 2020.

>>> Penelitian DNA Bantu Selamatkan Jahe Endemik Pulau Jawa yang Terancam Punah

Platform ini juga mendukung alur kerja Pendidikan Kedokteran Berbasis Kompetensi (CBME) yang selaras dengan persyaratan Komisi Medis Nasional, termasuk pelacakan kompetensi, manajemen log klinis, OSPE, OSCE, penilaian, dan dokumentasi siap audit.

Dibangun di atas tumpukan teknologi Zoho, platform ini mendukung residensi data di India dan mematuhi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Digital (DPDP).

Menurut Zoho, platform ini telah mengirimkan lebih dari 8 juta notifikasi, mendukung lebih dari 1 juta pengiriman tugas, memungkinkan konsumsi konten pembelajaran lebih dari 100.000 menit, dan menghosting lebih dari 2TB konten video buatan guru.

Zoho Classes saat ini digunakan oleh SRM Institute, Sishya School, Chettinad Health City, CGIHM, Vidya Mandir, Grace International School, dan GSE Institute, bersama dengan badan pendidikan pemerintah dan inisiatif pendidikan skala besar.

Zoho Classes 2.0 saat ini tersedia di India, dengan ketersediaan di pasar global lainnya direncanakan dalam beberapa bulan mendatang.

Di India, Zoho menyediakan platform ini tanpa biaya lisensi produk untuk semua sekolah, perguruan tinggi, dan universitas negeri Pusat dan Negara Bagian.

Guru individu dengan hingga 100 siswa juga dapat menggunakan platform ini secara gratis.

Mani Vembu, CEO Zoho, mengatakan bahwa pendidikan membentuk cara masyarakat belajar, beradaptasi, dan tumbuh, sehingga teknologi harus dibangun di sekitar kebutuhan lokal dan lingkungan belajar yang beragam.

>>> Serum atau Moisturizer Dulu? Ini Urutan Skincare yang Benar

Ia menambahkan bahwa akses ke teknologi pendidikan modern tidak boleh dibatasi oleh sumber daya institusi, dan Zoho Classes tersedia tanpa biaya lisensi untuk sekolah dan universitas negeri di India sebagai bagian dari komitmen untuk mendemokratisasi akses.