Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan telah menjadi tren global. Namun, kehadiran teknologi ini membawa tantangan tersendiri, terutama dalam membimbing siswa agar tidak sekadar bergantung pada AI.

Director and Head of Sales Solutions and Services Group Lenovo Greater Asia Pacific, Debdut Maiti, menekankan pentingnya peran guru dalam mengedukasi pemanfaatan AI di kelas.

in1

>>> Sule Apresiasi Cara Nathalie Holscher Didik Adzam Hormati Ayah Kandung

Menurutnya, guru tidak hanya mengajarkan cara menggunakan AI, tetapi juga membimbing siswa untuk memanfaatkannya secara tepat.

"Generasi Alpha dan generasi berikutnya sebenarnya tidak membutuhkan banyak bantuan untuk menggunakan AI. Yang lebih penting adalah mengajarkan bagaimana menggunakan AI secara bertanggung jawab," ujar Debdut.

Ia mencontohkan seorang siswa dapat meminta AI menulis esai hanya melalui satu perintah. Meski tugas selesai dengan cepat, cara ini tidak memberikan manfaat bagi perkembangan kemampuan siswa.

Membangun Mindset Siswa

Debdut menjelaskan bahwa guru perlu membangun mindset siswa bahwa AI adalah alat bantu pembelajaran, bukan pengganti proses berpikir.

>>> Meksiko Tekuk Korea Selatan 1-0, Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Guru juga harus mengajarkan kapan sebaiknya menggunakan AI dan kapan tidak.

Adopsi AI di sektor pendidikan menjadi tantangan global yang dihadapi berbagai negara. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru menjadi sangat penting.

Lenovo telah merespons permasalahan ini dengan menggandeng institusi pendidikan di Hong Kong untuk melatih guru mengenai pemanfaatan AI.

>>> Richard Lee Ajukan Tahanan Kota karena Gastritis Kronis

Pelatihan tersebut tidak hanya mencakup teknis penggunaan AI, tetapi juga aspek panduan penggunaan teknologi di lingkungan sekolah.