Bank sentral juga mencatat peningkatan ULN bank sentral didorong oleh bertambahnya kepemilikan investor asing pada instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) seiring kebijakan operasi moneter pro-pasar dan upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

>>> Polda NTT Periksa 36 Saksi Kasus Dugaan Intimidasi Dokter Icha

Sementara itu, ULN swasta tercatat sebesar US$195,9 miliar atau masih mengalami kontraksi 0,1 persen (yoy) pada Mei 2026.

Meski demikian, penurunan tersebut lebih kecil dibandingkan kontraksi 0,5 persen pada April lalu.

Ramdan menjelaskan perbaikan terutama berasal dari kelompok lembaga keuangan yang kontraksinya menyempit menjadi 0,8 persen dari sebelumnya 5 persen.

Secara sektoral, ULN swasta terbesar berasal dari industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian.

Keempat sektor tersebut menyumbang 79,9 persen dari total ULN swasta.

Struktur Utang Masih Sehat

Bank sentral menilai struktur utang luar negeri Indonesia masih tergolong sehat.

Hal itu tercermin dari rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) yang berada di level 29,9 persen pada Mei 2026.

Selain itu, struktur ULN juga masih didominasi utang jangka panjang yang mencapai 83,9 persen dari total utang luar negeri Indonesia.

"Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN.

>>> Kutukan Ballon d'Or Berlanjut, Dembele Gagal Bawa Prancis Juara Piala Dunia

Indonesia akan terus mengoptimalkan peran ULN untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan dengan meminimalkan risiko terhadap stabilitas perekonomian," ujar Ramdan.