Teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai banyak digunakan orang tua untuk berkonsultasi soal masa depan pendidikan anak. Salah satunya adalah Zhang Qi, pengemudi ojek online di Guangzhou, China.

Zhang memanfaatkan AI untuk membantu putranya memilih program studi di perguruan tinggi setelah mengikuti ujian masuk universitas nasional atau gaokao.

>>> Cara Cek Desil Kemensos 2026 Secara Online dan Arti Desil 1-10

Ia menggunakan sejumlah chatbot AI buatan China sebagai 'penasihat gratis' karena tidak mampu menyewa konsultan pendidikan berbayar yang lazim digunakan keluarga kelas menengah.

"Sebelumnya, kami hanya tahu universitas-universitas di dekat rumah.

Sekarang, AI menunjukkan universitas dan jurusan mana saja yang bisa diraih anak kami di seluruh negeri berdasarkan nilai ujiannya," kata Zhang, dikutip dari SCMP, Selasa (14/7).

Putra Zhang yang tumbuh di kampung halaman di Provinsi Shanxi, China utara, kini berpeluang kuliah di Shenzhen, pusat inovasi teknologi, berkat rekomendasi chatbot AI.

Jutaan Keluarga Beralih ke AI

Sistem penerimaan mahasiswa baru di China hampir sepenuhnya ditentukan oleh hasil ujian gaokao. Pada Juni lalu, 12,9 juta peserta mengikuti ujian tersebut.

Setelah hasil keluar, peserta hanya punya waktu beberapa hari untuk menentukan jurusan sebelum pendaftaran ditutup.

Gelar dari universitas ternama memiliki prestise tinggi, dan pilihan program studi bisa menentukan masa depan karier.

Tahun ini, jutaan keluarga beralih ke AI untuk mendapatkan panduan.

Menurut data Alibaba, lebih dari 14 juta pengguna telah mencoba agen AI penerimaan mahasiswa pada asisten AI Qwen hingga akhir Juni.

Baidu melaporkan sekitar 15 juta siswa telah menggunakan asisten AI untuk pendaftaran universitas pada periode yang sama.