Memasuki tahun ajaran 2026/2027, sejumlah sekolah negeri di Indonesia menghadapi kenyataan pahit: hanya sedikit murid baru yang mendaftar.

Di beberapa tempat, jumlahnya bahkan hanya satu hingga lima orang.

>>> Update Ranking FIFA: Spanyol Gusur Prancis dari Puncak

Meski minim siswa, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tetap digelar meriah. Para guru dan tenaga pendidik berusaha memberikan semangat kepada murid-murid baru yang hadir.

Kondisi di Berbagai Daerah

Di Bandar Lampung, SD Negeri 1 Gedung Meneng hanya menerima dua siswa baru.

Guru Rita mengatakan pihak sekolah tetap melaksanakan MPLS seperti biasa dan memberikan motivasi agar anak-anak tidak canggung.

Salah satu wali murid, Andi, mengaku bangga meski hanya dua siswa. Ia berharap sekolah bisa lebih sukses ke depannya.

Di Semarang, SDN Purwoyoso 01 hanya mendapat tiga murid baru.

Kepala sekolah Hajar Riatiani mengatakan minimnya siswa karena faktor demografi: lingkungan sekitar didominasi warga lansia dan banyak yang pindah ke daerah pinggiran.

Fenomena serupa terjadi di Magelang.

Kabid Dikdas Disdikbud Kota Magelang Sugiyarti menyebut ada 24 SD dengan rombongan belajar kurang dari 50 persen kuota.

SDN Potrobangsan 4 hanya mendapat empat siswa baru, satu di antaranya mutasi.

Di Blitar, Jawa Timur, tiga SD negeri bahkan tidak mendapat murid baru sama sekali.

>>> Trump Batal Terapkan Biaya 20 Persen di Selat Hormuz, Ganti dengan Kerja Sama Investasi

Disdik setempat akan mengkaji penyebabnya, termasuk tidak adanya lulusan TK dan persaingan dengan sekolah lain.

Di Banjarmasin, SDN Teluk Dalam 10 hanya memiliki satu pendaftar.

Plt Kepala Sekolah Arief Rakhman Hakim mengatakan siswa baru itu digabung dengan sekolah tetangga untuk MPLS agar merasa senang.