Pulau Imam, Maluku Utara

Berbeda dengan Trunyan yang masih berada di dekat permukiman, Pulau Imam di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, tidak memiliki penduduk tetap.

Pulau kecil di depan Kota Weda ini sejak lama difungsikan sebagai kawasan pemakaman warga.

Masyarakat setempat mengenalnya sebagai Pulau Imam atau Pulau Koleyevo. Keunikan lainnya, pulau ini menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi dua komunitas agama sekaligus.

Area pemakaman Muslim berada di satu sisi pulau, sedangkan makam umat Nasrani di sisi lainnya.

Sebuah jembatan kecil dibangun sebagai tempat berlabuh bagi keluarga dan peziarah.

Menurut cerita masyarakat, Pulau Imam dijadikan lokasi pemakaman karena kondisi tanah di Kota Weda yang didominasi rawa sehingga kurang ideal untuk dijadikan lahan pekuburan.

Pulau Metu Debi, Papua

Pulau Metu Debi di Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Papua, dikenal sebagai pulau kuburan tua yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Pulau kecil di wilayah Kampung Tobati dan Enggros ini menjadi tempat dimakamkannya para leluhur suku Tobati, tokoh adat, hingga misionaris yang berperan dalam penyebaran agama Kristen di wilayah Tabi.

Selain sebagai situs pemakaman bersejarah, Pulau Metu Debi juga menjadi saksi masuknya Injil di Tanah Tabi pada 7 Maret 1910.

Kini, kawasan tersebut tidak hanya menjadi destinasi ziarah, tetapi juga tujuan wisata sejarah dan ekowisata.

Pengunjung dapat menikmati hamparan pasir putih, hutan mangrove, serta panorama Teluk Youtefa sambil mengenal sejarah masyarakat setempat.

>>> Rating TV per Selasa, 14 Juli 2026: Sinetron SCTV, D'Academy 8, dan Piala Dunia 2026 Bikin Streaming Tunduk! Ini Daftar Lengkap & Analisisnya

Meski sering dijuluki sebagai 'pulau yang hanya dihuni kuburan', Pulau Metu Debi tetap menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Papua.