Troya, kota legendaris yang dikenal melalui kisah Perang Troya dan karya Homer, benar-benar ada dan dapat dikunjungi di kawasan Aegea Utara, Turkiye.

Situs ini diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO dan menyimpan jejak peradaban selama 5.000 tahun.

>>> 4 Merek Skincare Jepang Terbaik dan Halal di Indonesia

Pameran artefak internasional di Colosseum, Roma, sejak 11 Juni lalu semakin mempertegas status Troya sebagai situs bersejarah penting.

Pameran tersebut menampilkan 221 artefak dari 19 museum di Turkiye dan 80 artefak dari museum Italia.

Selain di Italia, kisah Troya juga diperkenalkan melalui program budaya dan akademik di New York serta Belanda.

Troya berada sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Canakkale, yang menghadap Selat Dardanella.

Canakkale menawarkan pantai, olahraga air, jalur bersepeda, berkemah, dan wisata anggur butik.

Kota ini juga menjadi pintu gerbang menuju destinasi bersejarah seperti Gallipoli, Gunung Ida, Assos, dan pulau Bozcaada serta Gokceada.

>>> 9 Rekomendasi Lipstik BPOM yang Tidak Membuat Bibir Hitam

Namun, Troya tetap menjadi daya tarik utama. Sebuah kuda kayu raksasa di pusat Canakkale menyambut wisatawan sebelum memasuki situs arkeologi.

Di Desa Tevfikiye, kawasan arkeologi Troya menyimpan sepuluh lapisan peradaban dari Zaman Perunggu Awal hingga era Bizantium.

Pengunjung dapat melihat Kuda Troya kayu monumental, tembok batu kuno, jalan bersejarah, dan sisa benteng.

Reruntuhan Odeon dan Bouleuterion era Romawi menunjukkan perkembangan Troya melampaui kisah Perang Troya.

Troya juga terkait legenda berdirinya Roma. Dalam Aeneid, Pangeran Aeneas melarikan diri setelah jatuhnya Troya untuk mencari 'Troya Baru'.

>>> Polri Geledah 12 Lokasi Serentak, Sita Uang Rp60 Miliar dan Emas Batangan

Perjalanannya mengikuti Aeneas Route, Rute Budaya yang diakui Dewan Eropa, yang berakhir di Latium, tempat Roma didirikan pada 753 SM.